Menu

Dark Mode
Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei Film Live-Action Gundam Mulai Produksi, Netflix Tambah Deretan Aktor Baru

News

Nissan Tawarkan Program Pensiun Dini, Targetkan Staf Administratif di Jepang

badge-check


					Nissan Tawarkan Program Pensiun Dini, Targetkan Staf Administratif di Jepang Perbesar

Nissan Motor Co. akan membuka program pensiun dini bagi staf administratif di Jepang pada musim panas ini, menurut sumber terpercaya pada Minggu. Ini merupakan pertama kalinya produsen mobil tersebut menawarkan program semacam itu dalam 18 tahun, sebagai bagian dari upaya pemulihan bisnisnya.

Paket pensiun dini ini akan ditawarkan pada Juli dan Agustus, dan ditujukan bagi karyawan di bagian penjualan dan akuntansi. Sementara itu, karyawan di divisi pengembangan dan produksi tidak termasuk dalam program ini.

Program ini menyasar pekerja berusia 45 hingga 64 tahun, dan merupakan bagian dari rencana Nissan yang berbasis di Yokohama untuk memangkas sekitar 20.000 pekerjaan secara global. Meskipun karyawan telah diberi pemberitahuan, jumlah pasti pelamar yang akan diterima belum diungkapkan.

Langkah ini diambil untuk mengurangi biaya administratif di tengah memburuknya kondisi bisnis, yang dipengaruhi kebijakan tarif dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, termasuk pengenaan tarif 25 persen untuk mobil yang berlaku mulai April.

Menghadapi penurunan penjualan di Amerika Serikat dan China, Nissan mengumumkan langkah-langkah restrukturisasi pada Selasa lalu, bersamaan dengan laporan kerugian bersih besar sebesar 670,90 miliar yen (sekitar 4,6 miliar dolar AS) untuk tahun fiskal 2024.

Sebagai bagian dari restrukturisasi tersebut, Nissan akan memangkas sekitar 15 persen tenaga kerja globalnya. Perusahaan juga berencana mengurangi jumlah pabrik kendaraan dari 17 menjadi 10 secara global hingga tahun fiskal 2027 untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas produksi.

Menurut sumber internal perusahaan, Nissan tengah mempertimbangkan penutupan dua pabrik di Prefektur Kanagawa, dekat Tokyo, yang saat ini menyumbang sekitar 30 persen dari kapasitas produksi domestik mereka.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Pekerja Wahana Hiburan di Tokyo Tewas Usai Terjebak Saat Inspeksi

22 April 2026 - 12:53 WIB

Trending on News