Menu

Dark Mode
Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007 Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama Pentas Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Singgah ke Kanada, AS, Inggris, Taiwan, dan Jepang Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper Jepang Naikkan Pajak Keluar Negara Jadi 3.000 Yen, Biayai Penanganan Lonjakan Wisatawan Asing

News

Menlu Jepang Desak Perdagangan Bebas di Tengah Ancaman Tarif Tinggi AS terhadap Jepang dan ASEAN

badge-check


					Containers are seen at an industrial port in Yokohama, Japan, January 16, 2017.    REUTERS/Kim Kyung-Hoon Perbesar

Containers are seen at an industrial port in Yokohama, Japan, January 16, 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya menyerukan tatanan ekonomi internasional yang “bebas, adil, dan terbuka” dalam pembicaraannya dengan para mitranya dari ASEAN di Malaysia pada Kamis, di tengah ketegangan perdagangan yang dipicu oleh ancaman tarif tinggi dari Amerika Serikat terhadap Jepang dan negara-negara anggota ASEAN.

Menyoroti bahwa Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang beranggotakan 10 negara, berada “di pusat pertumbuhan global”, Iwaya menyatakan bahwa Jepang ingin memperkuat kerja sama dengan blok regional tersebut. Ia menambahkan bahwa peran ASEAN “semakin penting bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan.”

Dengan latar belakang ancaman tarif yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump, Iwaya menekankan pentingnya “mempertahankan dan memperkuat” sistem perdagangan multilateral yang berpusat pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Trump telah menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen terhadap produk-produk dari Jepang mulai 1 Agustus, sementara barang dari enam negara anggota ASEAN akan dikenakan bea masuk hingga 40 persen.

Iwaya juga mengadakan pertemuan terpisah dengan para menteri luar negeri dari negara-negara Mekong—Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam—dan berjanji untuk meningkatkan kerja sama Jepang dengan mereka di berbagai bidang seperti pencegahan bencana, dekarbonisasi, digitalisasi, serta upaya memerangi kejahatan lintas batas termasuk penipuan daring.

Anggota ASEAN lainnya adalah Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Sc : Mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper

2 July 2026 - 11:10 WIB

Jepang Naikkan Pajak Keluar Negara Jadi 3.000 Yen, Biayai Penanganan Lonjakan Wisatawan Asing

2 July 2026 - 10:10 WIB

Aturan Visa Baru Jepang Bikin Pengusaha Asing Cemas, Restoran Terancam Tutup dan Dideportasi

2 July 2026 - 07:52 WIB

Trending on News