Menu

Dark Mode
Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

News

Menlu Jepang Desak Perdagangan Bebas di Tengah Ancaman Tarif Tinggi AS terhadap Jepang dan ASEAN

badge-check


					Containers are seen at an industrial port in Yokohama, Japan, January 16, 2017.    REUTERS/Kim Kyung-Hoon Perbesar

Containers are seen at an industrial port in Yokohama, Japan, January 16, 2017. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya menyerukan tatanan ekonomi internasional yang “bebas, adil, dan terbuka” dalam pembicaraannya dengan para mitranya dari ASEAN di Malaysia pada Kamis, di tengah ketegangan perdagangan yang dipicu oleh ancaman tarif tinggi dari Amerika Serikat terhadap Jepang dan negara-negara anggota ASEAN.

Menyoroti bahwa Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang beranggotakan 10 negara, berada “di pusat pertumbuhan global”, Iwaya menyatakan bahwa Jepang ingin memperkuat kerja sama dengan blok regional tersebut. Ia menambahkan bahwa peran ASEAN “semakin penting bagi perdamaian dan kemakmuran kawasan.”

Dengan latar belakang ancaman tarif yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump, Iwaya menekankan pentingnya “mempertahankan dan memperkuat” sistem perdagangan multilateral yang berpusat pada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Trump telah menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memberlakukan tarif impor sebesar 25 persen terhadap produk-produk dari Jepang mulai 1 Agustus, sementara barang dari enam negara anggota ASEAN akan dikenakan bea masuk hingga 40 persen.

Iwaya juga mengadakan pertemuan terpisah dengan para menteri luar negeri dari negara-negara Mekong—Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam—dan berjanji untuk meningkatkan kerja sama Jepang dengan mereka di berbagai bidang seperti pencegahan bencana, dekarbonisasi, digitalisasi, serta upaya memerangi kejahatan lintas batas termasuk penipuan daring.

Anggota ASEAN lainnya adalah Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Sc : Mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing

11 July 2026 - 14:10 WIB

Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan

11 July 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan

11 July 2026 - 11:10 WIB

Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay

11 July 2026 - 07:00 WIB

Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

9 July 2026 - 15:10 WIB

Trending on News