Menu

Dark Mode
Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007 Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama Pentas Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Singgah ke Kanada, AS, Inggris, Taiwan, dan Jepang Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper Jepang Naikkan Pajak Keluar Negara Jadi 3.000 Yen, Biayai Penanganan Lonjakan Wisatawan Asing

News

Jet Tempur China Terbang Dekat Pesawat Pengintai Jepang di Perairan Internasional, Timbulkan Ketegangan

badge-check


					Jet Tempur China Terbang Dekat Pesawat Pengintai Jepang di Perairan Internasional, Timbulkan Ketegangan Perbesar

Sebuah jet tempur China terbang sangat dekat dengan pesawat Angkatan Udara Bela Diri Jepang (ASDF) di perairan internasional Laut China Timur, demikian menurut sumber pemerintah Jepang pada Kamis. Insiden ini berpotensi memperburuk hubungan antara kedua negara.

Pertemuan dekat antara jet tempur pembom JH-7 milik China dan pesawat intelijen elektronik ASDF YS-11EB terjadi pada hari Rabu, mengikuti insiden serupa di perairan internasional di Pasifik pada bulan lalu, yang membuat Tokyo menyampaikan protes ke Beijing dan menuntut adanya langkah pencegahan.

Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan Jepang kini sedang menganalisis situasi tersebut, menurut sumber tersebut.

Pada tanggal 7 dan 8 Juni, sebuah jet tempur J-15 milik China yang lepas dari kapal induk Shandong terbang sedekat sekitar 45 meter dengan pesawat pengintai P-3C Angkatan Laut Jepang, menurut Kementerian Pertahanan Jepang.

Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa sebuah jet J-15 melintasi jalur penerbangan P-3C pada jarak sekitar 900 meter.

Pemerintah Jepang telah menyampaikan “keprihatinan serius” kepada China dan menuntut agar China mengambil langkah-langkah untuk mencegah insiden serupa terjadi kembali.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China menuduh Jepang melakukan “pendekatan dan spionase terhadap aktivitas militer normal China,” dan meminta Tokyo menghentikan tindakan “berbahaya” tersebut.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei: Sekitar 350 Ribu Orang di Jepang Pernah Gunakan Kokain, Angka Tertinggi Sejak 2007

3 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper

2 July 2026 - 11:10 WIB

Jepang Naikkan Pajak Keluar Negara Jadi 3.000 Yen, Biayai Penanganan Lonjakan Wisatawan Asing

2 July 2026 - 10:10 WIB

Aturan Visa Baru Jepang Bikin Pengusaha Asing Cemas, Restoran Terancam Tutup dan Dideportasi

2 July 2026 - 07:52 WIB

Trending on News