Menu

Dark Mode
WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027 Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September

News

Jepang Cabut Peringatan Tsunami Pasca Gempa 8,8 M di Lepas Pantai Rusia

badge-check


					Jepang Cabut Peringatan Tsunami Pasca Gempa 8,8 M di Lepas Pantai Rusia Perbesar

Pemerintah Jepang pada Kamis (31 Juli) mencabut semua peringatan dan imbauan tsunami yang masih tersisa setelah gempa berkekuatan 8,8 SR mengguncang lepas pantai Semenanjung Kamchatka, Rusia pada Rabu pagi.

Gempa besar yang terjadi pada pukul 08.24 waktu Jepang tersebut sempat memicu peringatan tsunami untuk wilayah pesisir Jepang mulai dari Hokkaido di utara hingga Prefektur Wakayama di barat, berdampak pada sekitar 2 juta orang yang diminta mengungsi.

Peringatan itu diturunkan menjadi imbauan pada Rabu malam, dan akhirnya seluruh imbauan dicabut pada Kamis pagi setelah Badan Meteorologi Jepang menilai risiko gelombang besar susulan telah mereda. Meski begitu, pihak berwenang tetap memperingatkan kemungkinan perubahan permukaan laut hingga Jumat, serta mengingatkan warga untuk tetap waspada.

Wilayah yang dicabut imbauannya meliputi pesisir Pasifik dari Prefektur Kanagawa hingga Okinawa, serta Hokkaido, Ibaraki, Chiba, Kepulauan Izu, dan Tanegashima-Yakushima di Kagoshima.

Gelombang tsunami tertinggi tercatat di Pelabuhan Kuji, Prefektur Iwate pada Rabu siang, dengan ketinggian 1,3 meter, sementara gelombang 70 cm tercatat di Pelabuhan Tokachi (Hokkaido) dan Oarai (Ibaraki) pada Kamis.

Akibat evakuasi mendadak, seorang wanita berusia 50-an di Prefektur Mie meninggal saat mencoba mengungsi, dan 10 orang lainnya terluka. Selain itu, 11 pengungsi dilarikan ke rumah sakit karena mengalami masalah kesehatan akibat cuaca panas ekstrem.

Beberapa layanan kereta seperti JR Hokkaido masih terganggu, dan sejumlah warga terpaksa bermalam di pusat evakuasi, termasuk Kayoko Nakajima (76) di Kota Kushiro, Hokkaido.

“Lantainya keras dan dingin, saya tidak bisa tidur nyenyak karena suara bising,” ujar Nakajima, mengenang malam penuh kecemasan itu.

Pihak berwenang menegaskan bahwa gempa sebesar ini bisa terjadi lagi, dan masyarakat harus tetap siap siaga di masa mendatang.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara

26 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter

26 August 2026 - 10:10 WIB

Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan

25 August 2026 - 13:31 WIB

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News