Menu

Dark Mode
WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027 Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September

News

Penerbit Jepang Minta Maaf atas Kolom Majalah yang Dianggap Diskriminatif terhadap Warga Keturunan Asing

badge-check


					Penerbit Jepang Minta Maaf atas Kolom Majalah yang Dianggap Diskriminatif terhadap Warga Keturunan Asing Perbesar

Sebuah penerbit Jepang, Shinchosha, pada Senin (4/8) menyampaikan permintaan maaf resmi atas kolom yang terbit di edisi 31 Juli majalah mingguan mereka, “Shukan Shincho”, yang menuai kritik karena dianggap diskriminatif terhadap warga berdarah asing dan mempromosikan xenofobia.

Kolom tersebut ditulis oleh jurnalis Masayuki Takayama, yang menyinggung isu naturalisasi dan menyerang penulis Ushio Fukazawa, yang berasal dari keturunan Korea, karena telah mengkritik sikap diskriminatif di Jepang.

“Kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Kami sangat menyadari dan bertanggung jawab atas kekurangan kami sebagai penerbit,” tulis Shinchosha dalam pernyataan resminya.

Mereka menambahkan bahwa meskipun kebebasan berekspresi sangat penting, “cakupan dari kebebasan itu bergantung pada konteks sosial dan waktu, serta subjek yang dibahas.”

Dalam konferensi pers yang diadakan di hari yang sama, Fukazawa menyatakan, “Saya membayangkan betapa takutnya orang-orang yang berasal dari latar belakang asing membaca kolom seperti itu.” Ia juga berharap agar Jepang tetap menjadi negara yang inklusif, di mana semua orang bisa hidup dengan kebanggaan atas identitas mereka.

Sekitar 40 tokoh publik, termasuk novelis Natsuo Kirino dan mangaka Akiko Higashimura, juga menyampaikan kecaman atas isi kolom tersebut.

Takayama dalam tulisannya juga menyindir model Kiko Mizuhara, yang pernah menuduh seorang produser Jepang melakukan pelecehan seksual. Ia menulis bahwa Mizuhara “lahir dari orang tua Amerika dan Korea, dan sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Jepang,” serta mempertanyakan penggunaan nama Jepang oleh mereka yang berasal dari luar.

Komentar itu dianggap sebagai bentuk penolakan terhadap identitas multikultural, dan mengandung nada bahwa hanya orang dengan “darah Jepang murni” yang pantas bersuara tentang negeri itu.

Sebagai catatan, ini bukan pertama kalinya Shinchosha menuai kritik. Pada 2018, majalah bulanan mereka, “Shincho 45”, dihentikan penerbitannya setelah menerbitkan artikel yang menghina komunitas LGBT.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara

26 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter

26 August 2026 - 10:10 WIB

Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan

25 August 2026 - 13:31 WIB

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News