Menu

Dark Mode
Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran Kosakata Jepang untuk Tingkat Kematangan & Rasa Jun Matsumoto Resmi Bergabung di Live-Action Chiruran: Shinsengumi Requiem, Tayang Maret Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis

News

Penerbit Jepang Minta Maaf atas Kolom Majalah yang Dianggap Diskriminatif terhadap Warga Keturunan Asing

badge-check


					Penerbit Jepang Minta Maaf atas Kolom Majalah yang Dianggap Diskriminatif terhadap Warga Keturunan Asing Perbesar

Sebuah penerbit Jepang, Shinchosha, pada Senin (4/8) menyampaikan permintaan maaf resmi atas kolom yang terbit di edisi 31 Juli majalah mingguan mereka, “Shukan Shincho”, yang menuai kritik karena dianggap diskriminatif terhadap warga berdarah asing dan mempromosikan xenofobia.

Kolom tersebut ditulis oleh jurnalis Masayuki Takayama, yang menyinggung isu naturalisasi dan menyerang penulis Ushio Fukazawa, yang berasal dari keturunan Korea, karena telah mengkritik sikap diskriminatif di Jepang.

“Kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus. Kami sangat menyadari dan bertanggung jawab atas kekurangan kami sebagai penerbit,” tulis Shinchosha dalam pernyataan resminya.

Mereka menambahkan bahwa meskipun kebebasan berekspresi sangat penting, “cakupan dari kebebasan itu bergantung pada konteks sosial dan waktu, serta subjek yang dibahas.”

Dalam konferensi pers yang diadakan di hari yang sama, Fukazawa menyatakan, “Saya membayangkan betapa takutnya orang-orang yang berasal dari latar belakang asing membaca kolom seperti itu.” Ia juga berharap agar Jepang tetap menjadi negara yang inklusif, di mana semua orang bisa hidup dengan kebanggaan atas identitas mereka.

Sekitar 40 tokoh publik, termasuk novelis Natsuo Kirino dan mangaka Akiko Higashimura, juga menyampaikan kecaman atas isi kolom tersebut.

Takayama dalam tulisannya juga menyindir model Kiko Mizuhara, yang pernah menuduh seorang produser Jepang melakukan pelecehan seksual. Ia menulis bahwa Mizuhara “lahir dari orang tua Amerika dan Korea, dan sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Jepang,” serta mempertanyakan penggunaan nama Jepang oleh mereka yang berasal dari luar.

Komentar itu dianggap sebagai bentuk penolakan terhadap identitas multikultural, dan mengandung nada bahwa hanya orang dengan “darah Jepang murni” yang pantas bersuara tentang negeri itu.

Sebagai catatan, ini bukan pertama kalinya Shinchosha menuai kritik. Pada 2018, majalah bulanan mereka, “Shincho 45”, dihentikan penerbitannya setelah menerbitkan artikel yang menghina komunitas LGBT.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

19 February 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center

19 February 2026 - 13:10 WIB

Trending on News