Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Jepang Pertimbangkan Ekspor Kapal Perang Bekas ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Calon Potensial

badge-check


					Jepang Pertimbangkan Ekspor Kapal Perang Bekas ke Asia Tenggara, Indonesia Jadi Calon Potensial Perbesar

Tokyo tengah mempertimbangkan untuk mengekspor kapal perusak bekas milik Pasukan Bela Diri Maritim (Maritime Self-Defense Force) ke negara-negara Asia Tenggara, menurut sumber pemerintah pada Rabu (14/8). Langkah ini bertujuan memperkuat kerja sama keamanan dengan negara-negara di kawasan yang memiliki jalur laut strategis.

Salah satu rencana yang dikaji adalah mengirim kapal kelas Abukuma ke Filipina, setelah pembahasan dalam pertemuan menteri pertahanan kedua negara di Singapura pada Juni lalu. Selain Filipina, Indonesia dan Vietnam juga disebut sebagai calon penerima potensial.

Meski Konstitusi Jepang yang anti-perang membatasi ekspor senjata mematikan, pemerintah pada tahun lalu melonggarkan aturan transfer peralatan pertahanan ke luar negeri. Pelonggaran ini memungkinkan ekspor senjata mematikan jika dikembangkan atau diproduksi bersama negara lain   salah satunya untuk memuluskan rencana penjualan jet tempur generasi baru yang sedang dikembangkan bersama Inggris dan Italia.

Jika rencana ekspor kapal ini berjalan, pemerintah berencana mengklasifikasikan kapal perusak tersebut sebagai “produk hasil pengembangan bersama” dengan melakukan perubahan spesifikasi. Langkah ini berpotensi memicu perdebatan.

Enam kapal perusak kelas Abukuma dibangun antara 1989 hingga 1993 dan semuanya dijadwalkan pensiun, digantikan kapal baru yang bisa dioperasikan dengan kru lebih sedikit. Hal ini dilakukan karena Pasukan Bela Diri Maritim menghadapi kekurangan personel.

Dalam program penguatan pertahanan yang disusun 2022, pemerintah Jepang menargetkan untuk memensiunkan kapal yang sudah lama beroperasi dan terbatas kemampuannya, serta mempertimbangkan untuk memindahkannya ke “negara-negara dengan pandangan sejalan.”

Jepang dan Indonesia pada Januari lalu sepakat membentuk badan konsultasi tingkat kerja untuk memperkuat keamanan maritim, sementara dengan Vietnam, Tokyo telah mempromosikan pertukaran pertahanan termasuk pemberian kendaraan angkut bekas.

Sementara itu, Jepang dan Filipina — yang sama-sama sekutu AS — kian mempererat kerja sama keamanan, di tengah kekhawatiran bersama atas langkah maritim Tiongkok yang semakin agresif di Laut Cina Timur dan Selatan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News