Panda raksasa asal China telah menghibur pengunjung kebun binatang di Jepang selama lebih dari 50 tahun. Namun kini, para penggemarnya cemas panda-panda itu akan benar-benar menghilang dari Jepang, seiring memanasnya hubungan diplomatik kedua negara terkait isu Taiwan.
Dua panda raksasa terakhir di Jepang kembar Lei Lei dan Xiao Xiao dijadwalkan kembali ke China pada Januari mendatang. Jika itu terjadi, Jepang akan untuk pertama kalinya tidak memiliki panda sejak tahun 1972, ketika China menghadiahkan sepasang panda sebagai simbol normalisasi hubungan bilateral pasca-Perang Dunia II.
Kang Kang dan Lan Lan, panda pertama yang datang ke Jepang, sempat menarik rekor 7.640.000 pengunjung ke Kebun Binatang Ueno pada tahun 1974. Sejak itu, China terus meminjamkan panda ke Jepang dalam praktik yang dikenal sebagai “diplomasi panda”.
Krisis panda kali ini muncul setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi yang menyebut kemungkinan Jepang membela Taiwan jika terjadi keadaan darurat. Pernyataan tersebut memicu kemarahan China dan membayangi peluang peminjaman panda baru ke Jepang.
Popularitas panda di Ueno Zoo memicu “demam panda” nasional dan melahirkan generasi pecinta panda di Jepang. Akibatnya, panda juga dipinjamkan ke fasilitas lain seperti Adventure World di Wakayama dan Oji Zoo di Kobe.
Namun sejak 1984, panda masuk dalam daftar satwa yang dilindungi Konvensi Washington (CITES), sehingga perdagangan komersial dilarang. Sejak saat itu, panda dipinjamkan ke Jepang hanya untuk tujuan penelitian dan pengembangbiakan, dengan kepemilikan tetap berada di tangan China.
Ueno Zoo pernah mengalami masa tanpa panda pada 2008 setelah panda jantan Ling Ling meninggal dunia. Kesedihan publik kala itu mendorong kampanye besar-besaran, hingga akhirnya panda Ri Ri dan Shin Shin tiba di Jepang pada 2011. Anak mereka, Shan Shan, lahir pada 2017, disusul Lei Lei dan Xiao Xiao pada 2021.
Namun satu per satu panda tersebut telah kembali ke China: Shan Shan pada 2023, Ri Ri dan Shin Shin pada 2024, serta beberapa panda di Wakayama dalam dua tahun terakhir. Kepergian mereka selalu diiringi lautan manusia dan air mata.
Biasanya, setiap panda yang kembali akan digantikan oleh panda baru. Namun kali ini, para penggemar khawatir hal itu tidak akan terjadi akibat memburuknya hubungan Jepang–China. China bahkan telah menyerukan warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang dan menghentikan impor makanan laut Jepang.
Media China menyebut kemungkinan tidak adanya peminjaman panda baru sebagai bentuk “sanksi panda”. Meski begitu, Pemerintah Metropolitan Tokyo menyatakan tetap akan mengajukan permintaan peminjaman panda melalui jalur konservasi satwa, bukan langsung melalui pemerintah China.
Bagi banyak warga Jepang, panda bukan sekadar hewan. “Panda adalah simbol perdamaian antara Jepang dan China,” ujar perwakilan asosiasi persahabatan kedua negara. Seorang ayah yang berkunjung ke Ueno Zoo bersama anaknya mengatakan panda mampu menenangkan hati hanya dengan dipandang.
Saat ditanya bagaimana perasaannya jika Jepang tak lagi memiliki panda, putrinya yang berusia lima tahun menjawab polos sambil memeluk boneka panda, “Aku akan sedih kalau panda yang lucu itu menghilang.”
Sc : JT







