Menu

Dark Mode
Bahasa Jepang yang Sering Disalahartikan Orang Indonesia Manga Firefly Wedding Tamat, Akan Hadir Cerita Spinoff Mulai Februari Jumlah Penumpang dari Bandara Osaka ke China Anjlok Hampir 50 Persen Saat Libur Tahun Baru Budaya Tepat Waktu di Jepang: Mengapa Terlambat 1 Menit Bisa Dianggap Serius Jepang Naikkan Peringatan Perjalanan ke Iran di Tengah Aksi Penindakan Demonstrasi Remaja Berkewarganegaraan Ganda Indonesia–Australia Tewas dalam Kecelakaan Ski di Niseko, Hokkaido

Bahasa Jepang

Bahasa Jepang yang Sering Disalahartikan Orang Indonesia

badge-check


					Bahasa Jepang yang Sering Disalahartikan Orang Indonesia Perbesar

Belajar bahasa Jepang tidak hanya soal menerjemahkan kata per kata. Banyak kata Jepang yang terlihat familiar atau sering muncul di anime, drama, dan media sosial, tapi justru sering disalahartikan oleh orang Indonesia karena perbedaan konteks budaya dan kebiasaan berbahasa.

Kesalahan ini biasanya bukan karena “salah total”, melainkan karena maknanya lebih sempit, lebih halus, atau lebih sensitif dari yang dibayangkan. Berikut beberapa contoh bahasa Jepang yang paling sering disalahpahami, beserta penjelasan yang benar.


「大丈夫」

Romaji: Daijoubu

Sering disalahartikan sebagai: “tidak apa-apa / aman / oke”

Makna sebenarnya jauh lebih luas. Daijoubu bisa berarti:

  • tidak masalah

  • aman

  • sudah cukup

  • bisa menolak dengan halus

Dalam konteks tertentu, daijoubu desu justru berarti “tidak perlu” atau “tidak mau”, bukan “iya”. Karena itu, memahami situasi dan intonasi sangat penting.


「すみません」

Romaji: Sumimasen

Sering dianggap hanya berarti: “maaf”

Padahal, sumimasen juga dipakai untuk:

  • memanggil orang

  • membuka percakapan

  • mengucapkan terima kasih secara halus

Dalam banyak situasi, sumimasen tidak menunjukkan rasa bersalah besar, melainkan bentuk kesopanan.


「お願いします」

Romaji: Onegaishimasu

Sering disalahartikan sebagai: “tolong” saja

Padahal, ungkapan ini sangat fleksibel. Bisa berarti:

  • tolong

  • mohon kerja samanya

  • saya serahkan pada Anda

Maknanya bergantung pada situasi, bukan hanya kata itu sendiri.


「大変」

Romaji: Taihen

Sering diterjemahkan sebagai: “parah” atau “sulit”

Padahal, taihen juga bisa dipakai untuk:

  • menunjukkan empati

  • menyatakan sesuatu itu berat

  • merespons cerita orang lain

Tidak selalu bermakna negatif atau keluhan.


「ちょっと…」

Romaji: Chotto…

Banyak pelajar Jepang mengira ini hanya berarti “sedikit”.

Dalam percakapan, chotto… sering dipakai sebagai:

  • penolakan halus

  • tanda keberatan

  • sinyal ketidaknyamanan

Sering kali kalimatnya tidak dilanjutkan karena maknanya sudah dipahami.


「よろしくお願いします」

Romaji: Yoroshiku onegaishimasu

Bukan sekadar “tolong” atau “terima kasih”.

Ungkapan ini mencakup:

  • permohonan kerja sama

  • salam pembuka

  • penutup percakapan

Maknanya tidak bisa diterjemahkan satu kata ke bahasa Indonesia.


Kenapa Kesalahpahaman Ini Sering Terjadi?

Bahasa Jepang sangat bergantung pada:

  • konteks

  • hubungan sosial

  • intonasi

  • situasi

Sementara bahasa Indonesia cenderung lebih langsung. Akibatnya, menerjemahkan kata Jepang secara literal sering kali tidak cukup untuk memahami maksud sebenarnya.


Pada akhirnya, memahami bahasa Jepang bukan hanya soal kosakata, tapi juga cara berpikir dan kebiasaan komunikasi orang Jepang. Dengan memahami nuansa di balik kata-kata ini, kamu bisa menghindari salah paham dan berkomunikasi dengan lebih natural serta aman dalam berbagai situasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Budaya Tepat Waktu di Jepang: Mengapa Terlambat 1 Menit Bisa Dianggap Serius

14 January 2026 - 12:30 WIB

Kata Jepang untuk Situasi “Ya Udah Lah”

13 January 2026 - 18:30 WIB

Bahasa Jepang Kasual vs Formal dalam Situasi Nyata

12 January 2026 - 18:30 WIB

Ungkapan Jepang Khas Chat & Internet yang Sering Dipakai

10 January 2026 - 19:30 WIB

Kata Jepang yang Sering Dipakai Saat Bingung

9 January 2026 - 15:30 WIB

Trending on Bahasa Jepang