Ketua dan CEO Suntory Holdings Ltd., Takeshi Niinami, resmi mengundurkan diri terkait penyelidikan atas dugaan pembelian suplemen makanan yang disinyalir ilegal di Jepang, demikian disampaikan perusahaan minuman raksasa itu pada Selasa.
Niinami (66), salah satu tokoh bisnis terkemuka Jepang, telah memimpin Japan Association of Corporate Executives sejak April 2023 dan lama menjadi anggota sektor swasta dalam dewan kunci pemerintah mengenai kebijakan ekonomi dan fiskal.
Presiden Suntory Holdings, Nobuhiro Torii, menyampaikan permintaan maaf atas pengunduran diri Niinami yang efektif berlaku pada Senin, dalam konferensi pers. Pihak perusahaan menyatakan bahwa tindakan Niinami menunjukkan “kurangnya kesadaran mengenai suplemen” dan membuatnya tidak lagi layak menduduki posisi penting sebagai ketua.
Meski Niinami bersikeras membeli suplemen tersebut dengan keyakinan bahwa produk itu legal, perusahaan menegaskan:
“Bagi jajaran eksekutif tertinggi Suntory Group, kepatuhan ketat terhadap hukum dan regulasi adalah hal mendasar, dan kehati-hatian dalam membeli suplemen merupakan kualitas yang tak tergantikan.”
Kasus Niinami muncul setelah skandal serupa tahun lalu, ketika CEO Olympus Corp. Stefan Kaufmann mengundurkan diri pada Oktober 2024 karena tuduhan membeli obat ilegal. Kaufmann kemudian divonis 10 bulan penjara dengan masa percobaan tiga tahun.
Dewan direksi Suntory secara bulat sepakat untuk meminta pengunduran diri Niinami. Ia mengajukan pengunduran diri dengan alasan pribadi, dan perusahaan menerimanya per Senin. Suntory juga menegaskan bahwa suplemen tersebut bukan produk dari grup Suntory.
Menurut sumber investigasi, rumah Niinami di Tokyo dan beberapa lokasi lain digeledah polisi pada 22 Agustus, setelah pihak bea cukai di Jepang barat daya memberikan informasi terkait impor zat yang kemungkinan ilegal. Polisi Prefektur Fukuoka tidak menemukan narkotika dalam penggeledahan, tetapi telah memeriksa Niinami secara sukarela untuk mengetahui apakah ia menyadari status ilegal zat tersebut dan apakah kasus pidana akan dibangun terhadapnya.
Sumber menyebut, suplemen itu mengandung kadar tinggi zat turunan ganja, dikirim dari Amerika Serikat oleh seorang kenalan Niinami. Produk tersebut diduga digunakan untuk mengatasi sakit punggung dan insomnia.
Niinami, lulusan Harvard Business School, pernah menjabat sebagai presiden Lawson Inc. sejak 2002 sebelum menjadi presiden pertama Suntory Holdings dari luar keluarga pendiri pada 2014.
sc ; KN







