Menu ✖

Dark Mode
Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis

News

Di Tengah Ketegangan dengan China, PM Jepang Sanae Takaichi Berencana Temui Trump

badge-check


					Di Tengah Ketegangan dengan China, PM Jepang Sanae Takaichi Berencana Temui Trump Perbesar

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi sedang mempertimbangkan untuk melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada bulan Maret. Jika terealisasi, ini akan menjadi kunjungan pertamanya sejak menjabat pada Oktober lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia direncanakan akan mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, menurut sejumlah sumber.

Trump sendiri dijadwalkan akan berkunjung ke China pada April untuk bertemu Presiden Xi Jinping.

Di tengah meningkatnya tekanan dari China terhadap Jepang terkait pernyataan Takaichi mengenai kemungkinan konflik di Taiwan, sang perdana menteri disebut ingin menyelaraskan kebijakan Jepang dan Amerika Serikat terhadap Beijing sebelum pertemuan puncak AS–China berlangsung.

Jika terlaksana, pertemuan ini akan menjadi yang kedua antara Takaichi dan Trump, setelah sebelumnya bertemu di Tokyo pada Oktober lalu.

Dalam sidang parlemen pada November, Takaichi menyatakan bahwa kemungkinan penggunaan kekuatan militer oleh China terhadap Taiwan dapat menjadi situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang. Dalam kondisi tersebut, Jepang bisa menggunakan hak pertahanan kolektifnya.

Pernyataan itu menuai protes keras dari China, yang menganggap isu Taiwan sebagai bagian paling sensitif dari kepentingan nasionalnya.

Sementara itu, Trump yang dikenal mementingkan hubungan ekonomi dengan China, cenderung menghindari keterlibatan terlalu jauh dalam ketegangan antara Tokyo dan Beijing.

Dalam pertemuan nanti, Takaichi diperkirakan akan menegaskan solidnya aliansi Jepang–AS sekaligus menjelaskan posisi Jepang terkait China. Keduanya juga diprediksi akan membahas penguatan kerja sama keamanan, kolaborasi dalam memperluas rantai pasok mineral penting, serta pemilihan proyek investasi di bawah komitmen Jepang senilai 550 miliar dolar AS berupa investasi dan pinjaman kepada Amerika Serikat.

Biasanya pada bulan Maret, parlemen Jepang sedang membahas rancangan undang-undang anggaran pemerintah di Majelis Tinggi.

Meski koalisi Partai Demokrat Liberal dan Partai Inovasi Jepang tidak memiliki mayoritas di majelis tersebut, Partai Demokrat untuk Rakyat sebagai oposisi telah menyatakan dukungannya terhadap pengesahan anggaran pemerintah untuk tahun fiskal 2026 yang dimulai April mendatang.

Dengan situasi tersebut, Takaichi diperkirakan akan mengunjungi Amerika Serikat pada akhir Maret, setelah anggaran disahkan, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Trending on News