Menu

Dark Mode
Pria Ditemukan Tewas di Dalam Mobil Tertimbun Salju di Toyama Ungkap Fakta Perundungan Lewat Analisis Suara, Pakar Audio di Chiba Berupaya Cegah Tragedi Budaya Diam di Kereta Saat di Jepang: Etika Tak Tertulis yang Dipatuhi Bersama Strategi Atur Waktu Check-in & Check-out Hotel Jepang Biar Liburan Lebih Efisien Kampanye Pemilu Jepang Dimulai, Takaichi Cari Mandat Baru di Tengah Isu Pajak dan Stabilitas Politik Film Live-Action Kedua Mr. Osomatsu Resmi Dijadwalkan Ulang Tayang 12 Juni

Bahasa Jepang

Enam Eksekutif Perusahaan Pachinko Ditangkap dalam Kasus Dugaan Politik Uang Pemilu Jepang

badge-check


					ilustration pict by AI Perbesar

ilustration pict by AI

Enam eksekutif perusahaan pengelola pusat pachinko Derupara, termasuk presidennya yang berusia 50 tahun, ditangkap pada 26 Agustus atas dugaan menjanjikan uang tunai kepada karyawan sebagai imbalan suara bagi kandidat yang didukung Partai Demokrat Liberal (LDP) pada pemilihan anggota Dewan Penasihat (House of Councillors) Juli lalu.

Satuan investigasi gabungan dari Kepolisian Metropolitan Tokyo dan lembaga terkait menangkap pejabat senior Derupara, yang berbasis di Minato, Tokyo. Di antara mereka adalah presiden Lee Changbeom, warga negara Korea Selatan yang juga menggunakan nama Masanori Yamamoto; Kazuyuki Yuasa (46), kepala divisi penjualan; serta Tomoyuki Konishi (44), kepala divisi manajemen.

Mereka diduga bersekongkol dengan para manajer toko di berbagai cabang Derupara di seluruh Jepang dengan menjanjikan pembayaran tunai antara 3.000 hingga 4.000 yen (sekitar Rp320.000–Rp430.000) kepada sekitar 60 karyawan dan pekerja paruh waktu. Imbalan itu diberikan agar mereka memilih Yasuhisa Abe (66), kandidat representasi proporsional dari LDP sekaligus ketua organisasi nasional industri pachinko.

Meski Abe mengumpulkan 88.368 suara, ia hanya menempati peringkat ke-20 dari 31 kandidat LDP dan gagal mendapatkan kursi.

Menurut tim penyidik, total lebih dari 250 staf diduga dijanjikan uang, menjadikannya salah satu kasus dugaan politik uang terbesar dalam pemilu nasional sejak era Heisei (1989–2019). Yuasa dan Konishi bahkan disebut menginstruksikan agar surat suara yang sudah ditandai difoto dan dikirim melalui aplikasi Line atau cara lain kepada manajer toko, lalu dilaporkan ke kantor pusat. Namun, karena polisi sudah lebih dulu melakukan penyelidikan, belum ada bukti pasti bahwa pembayaran benar-benar dilakukan.

Derupara saat ini mengoperasikan 31 toko di delapan prefektur, termasuk Tokyo, Kanagawa, Saitama, Okayama, Tottori, Yamaguchi, dan Kagoshima, dengan sekitar 540 karyawan. Menurut catatan, perusahaan ini memindahkan kantor pusatnya dari Yonago, Prefektur Tottori, ke Minato, Tokyo pada April 2023, dan terus berekspansi, termasuk mengakuisisi bisnis pachinko di Kagoshima pada Januari tahun ini.

Meski industri pachinko secara umum mengalami penurunan pendapatan, Derupara berhasil mempertahankan pelanggan dengan menghadirkan mesin-mesin populer. Pada tahun buku yang berakhir Juli 2024, perusahaan mencatat penjualan sekitar 69,4 miliar yen (sekitar Rp470 miliar) dan laba bersih 500 juta yen (sekitar Rp3,3 miliar).

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pria Ditemukan Tewas di Dalam Mobil Tertimbun Salju di Toyama

28 January 2026 - 19:36 WIB

Kosakata Jepang untuk Menunjukkan Kekaguman Tanpa Berlebihan

27 January 2026 - 16:10 WIB

Kosakata Jepang yang Dipakai Saat Mengomentari Makanan

26 January 2026 - 17:30 WIB

Kosakata Jepang Saat Mau Bilang “Mungkin Lain Kali”

23 January 2026 - 18:10 WIB

Bahasa Jepang untuk Menyampaikan Ketidaksetujuan Secara Aman

22 January 2026 - 19:27 WIB

Trending on Bahasa Jepang