Menu

Dark Mode
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan Kadokawa Rilis Manga Baru “Tsukuru Niwa” Karya Mikanuji di Comic Newtype

Culture

Festival Unik Jepang: Ritual Membakar Gunung di Wakakusa Yamayaki

badge-check


					Festival Unik Jepang: Ritual Membakar Gunung di Wakakusa Yamayaki Perbesar

Festival Unik Jepang: Ritual Membakar Gunung di Wakakusa Yamayaki adalah tradisi yang kaya akan sejarah dan budaya yang berlangsung setiap tahun di Kyoto. Festival ini melibatkan ritual pembakaran padang rumput di kaki Gunung Wakakusa, yang dipercaya dapat menyucikan alam dan mendatangkan keberuntungan serta panen yang melimpah untuk tahun mendatang. Acara ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyajikan pengalaman mendalam mengenai nilai-nilai spiritual dan adat istiadat lokal.


Sejarah dan Makna Festival

Ritual membakar di Wakakusa Yamayaki telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Kyoto selama berabad-abad. Berawal dari kepercayaan bahwa api memiliki kekuatan untuk mengusir energi negatif dan roh jahat, pembakaran padang rumput di kaki gunung dianggap sebagai cara untuk membersihkan alam serta meremajakan semangat dan keberuntungan masyarakat. Festival ini juga terkait dengan kepercayaan Shinto yang melihat api sebagai simbol penyucian dan transformasi.

Melalui ritual ini, penduduk lokal berharap agar alam dan kehidupan mereka mendapatkan keberkahan untuk menghadapi tantangan tahun yang akan datang. Acara ini kerap menjadi momen refleksi bersama serta kesempatan untuk merayakan semangat komunitas dengan penuh harapan.


Waktu dan Tempat Pelaksanaan

  • Lokasi: Kaki Gunung Wakakusa, Kyoto, Jepang
  • Waktu: Festival biasanya diadakan setiap tahun pada tanggal 21 November, menandai peralihan musim dari panas ke dingin.

Pada malam hari, ribuan warga dan pengunjung berkumpul untuk menyaksikan ritual pembakaran yang spektakuler. Suasana dipenuhi dengan cahaya api, musik tradisional, serta keriuhan doa dan harapan yang disampaikan oleh masyarakat setempat.


Rangkaian Acara Festival

  1. Upacara Pembukaan:
    Acara dimulai dengan upacara pembukaan yang melibatkan doa dan persembahan kepada para dewa untuk memohon keselamatan dan keberkahan.
  2. Ritual Pembakaran:
    Puncak acara adalah saat pembakaran padang rumput di kaki Gunung Wakakusa. Api yang menyala dengan dramatis menjadi simbol penyucian, mengusir energi negatif, dan menyambut keberuntungan di tahun mendatang.
  3. Pertunjukan Tradisional:
    Sepanjang malam, terdapat pertunjukan musik dan tarian tradisional Jepang yang menambah kekayaan budaya festival.
  4. Bazar dan Kuliner:
    Area festival juga dihiasi dengan stan yang menjual makanan khas Kyoto, kerajinan tangan, dan oleh-oleh tradisional. Pengunjung dapat menikmati jajanan lokal sambil menikmati keindahan malam yang dipenuhi cahaya api.

Cara Menuju Festival

Dengan Kereta:

  • Rute: Naik Shinkansen dari Tokyo Station menuju Kyoto, lalu lanjutkan dengan kereta lokal ke Stasiun Kiyomizu-Gojo atau Stasiun Tofukuji.
  • Lanjutkan Perjalanan: Dari stasiun tersebut, Anda dapat melanjutkan dengan bus atau taksi menuju area kaki Gunung Wakakusa. Perjalanan dari pusat Kyoto biasanya memakan waktu sekitar 20-30 menit.

Dengan Mobil:

  • Jika Anda menyewa mobil, arahkan ke Gunung Wakakusa dengan menggunakan sistem navigasi. Tempat parkir biasanya tersedia di area festival, namun disarankan datang lebih awal untuk mendapatkan tempat parkir yang strategis.

Tips Mengikuti Festival

  1. Kenakan Pakaian Hangat:
    Mengingat festival berlangsung pada malam hari di musim gugur, suhu bisa turun drastis. Pastikan membawa jaket tebal dan pakaian berlapis.
  2. Datang Lebih Awal:
    Untuk menikmati keseluruhan acara dan mendapatkan tempat yang nyaman, usahakan datang beberapa waktu sebelum acara dimulai.
  3. Bawa Kamera:
    Momen api yang menyala di malam hari sangat spektakuler. Jangan lupa membawa kamera atau smartphone dengan kapasitas baterai yang cukup untuk mengabadikan setiap momen.
  4. Hormati Tradisi Lokal:
    Ikuti petunjuk dan aturan yang ditetapkan oleh penyelenggara. Festival ini adalah bagian dari budaya lokal, jadi tunjukkan sikap hormat dan antusiasme yang sesuai.
  5. Siapkan Uang Tunai:
    Beberapa stan makanan dan penjual oleh-oleh hanya menerima pembayaran tunai, jadi pastikan Anda membawa uang secukupnya.

Festival Unik Jepang: Ritual Membakar Gunung di Wakakusa Yamayaki menawarkan pengalaman budaya yang mendalam dan unik. Selain menyaksikan pemandangan api yang menakjubkan, Anda juga dapat merasakan semangat dan tradisi masyarakat Kyoto yang kental. Ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai penyucian alam, tetapi juga sebagai simbol harapan dan kebersamaan untuk menghadapi tahun yang baru dengan optimisme.

Jika Anda berkunjung ke Kyoto di musim gugur, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan festival yang penuh makna ini. Selamat menikmati keindahan budaya Jepang dan semoga keberuntungan menyertai setiap langkah perjalanan Anda!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bisa Rasakan Sensasi Jadi Samurai! Toei Uzumasa Kyoto Village Hampir Rampung Renovasi, Siap Hadir Maret 2026

22 November 2025 - 15:30 WIB

Senpāi–Kōhai: Hirarki Sosial Jepang dari Sekolah hingga Dunia Kerja

22 November 2025 - 14:30 WIB

Miai: Perjodohan Ala Jepang yang Tetap Eksis di Era Dating App

21 November 2025 - 13:43 WIB

Cara Estimasi Waktu Tempuh Perjalanan Kota ke Kota di Jepang

20 November 2025 - 19:45 WIB

Yatai: Kultur Street Food Kaki Lima Musiman yang Hangat di Jepang

19 November 2025 - 20:00 WIB

Trending on Culture