Gerhana bulan total kembali terlihat di berbagai wilayah Jepang pada Senin dini hari, pertama kalinya dalam sekitar tiga tahun, menghadirkan pertunjukan langit langka yang memukau banyak orang.
Gerhana sebagian dimulai sekitar pukul 01.30, lalu disusul gerhana total yang memperlihatkan bulan purnama berwarna merah gelap antara pukul 02.30 hingga 04.00. Fenomena ini tampak lebih tinggi di langit wilayah Jepang bagian barat.
Di depan Kubah Bom Atom Hiroshima, banyak orang merekam momen tersebut dengan kamera dan ponsel. Sorak-sorai terdengar dan suara jepretan kamera bermunculan ketika “blood moon” atau bulan darah yang terkenal dengan rona merah pekatnya muncul di sela-sela awan.
“Meskipun mendung, saya berhasil mengambil beberapa foto bagus jadi tetap sepadan,” ujar seorang pria dari Higashihiroshima, meskipun ia harus berangkat kerja beberapa jam kemudian.
Gerhana bulan total terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari terhalang mencapai satelit alami Bumi tersebut. Menurut Observatorium Astronomi Nasional Jepang, gerhana bulan total berikutnya yang bisa diamati di Jepang akan terjadi pada 3 Maret 2026.
Sc ; KN







