Menu

Dark Mode
Trailer Perdana Film Live-Action Resident Evil Reboot Resmi Dirilis, Tayang Oktober di Jepang 7 Tahun Teror Suara Bising, Pria di Jepang Ditangkap Setelah Tetangga Alami Insomnia hingga Depresi Temukan Logam Tanah Jarang Bernilai Tinggi di Dasar Laut, Bisa Kurangi Ketergantungan pada China Asosiasi Sepak Bola Jepang Tetap Pertahankan Hajime Moriyasu di Kursi Pelatih TImnas Hingga Piala Asia 2027 Bandai Resmi Umumkan Anime Gundam Baru Berjudul RG XARX-ZERO WN China Ditangkap karena Jalankan Taksi Ilegal di Jepang, Raup Ratusan Juta Yen

News

Gubernur Bank Sentral Jepang Berikan Sinyal Akan Naikan Suku Bunga Ditengah Nilai Tukar Yen Semakin Anjlok

badge-check


					Gubernur Bank Sentral Jepang Berikan Sinyal Akan Naikan Suku Bunga Ditengah Nilai Tukar Yen Semakin Anjlok Perbesar

Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda, menekankan bahwa kenaikan suku bunga diperlukan untuk mencegah inflasi tajam dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pernyataannya ini memicu spekulasi bahwa BOJ mungkin mendekati langkah kenaikan suku bunga berikutnya.

Kebijakan Menyesuaikan Ekonomi dan Harga

Dalam pidato di Nagoya, Ueda menyatakan BOJ akan menaikkan suku bunga jika ekonomi dan harga bergerak sesuai ekspektasi. Ia juga mencatat pelemahan yen yang terjadi akibat rally dolar AS pasca-kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden.

“Penyesuaian bertahap dalam kebijakan moneter akan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan mencapai target stabilitas harga secara berkelanjutan,” kata Ueda.

Namun, ia memperingatkan bahwa tanpa penyesuaian, inflasi dapat melonjak secara tajam, memaksa BOJ menaikkan suku bunga secara mendadak di masa depan.

Fokus pada Ekonomi Global

Ueda menggarisbawahi pentingnya memantau ekonomi global, terutama AS, sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Ia mencatat bahwa ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pendaratan lunak (soft landing), tetapi tetap ada risiko kebangkitan inflasi di masa depan.

Pelemahan yen terhadap dolar juga menjadi perhatian. Ueda mengakui bahwa depresiasi yen berdampak negatif pada rumah tangga dan beberapa perusahaan Jepang.

Kemajuan Ekonomi Domestik

Di sisi domestik, Ueda melihat peningkatan indikator ekonomi, seperti kenaikan upah yang memungkinkan perusahaan membebankan biaya tenaga kerja melalui harga layanan yang lebih tinggi.

Meskipun inflasi inti masih di bawah target 2 persen BOJ, Ueda optimistis bahwa tekanan inflasi akan meningkat seiring dengan kenaikan upah dan aktivitas ekonomi yang membaik.

Kenaikan Suku Bunga di Masa Lalu dan Proyeksi Masa Depan

BOJ sebelumnya mengakhiri kebijakan suku bunga negatif pada Maret lalu dengan kenaikan pertama dalam 17 tahun, diikuti oleh kenaikan kedua pada Juli. Namun, suku bunga tetap tidak berubah dalam pertemuan September dan Oktober.

Menurut proyeksi terbaru BOJ, harga diperkirakan naik 2,5 persen pada tahun fiskal ini hingga Maret 2025, tetapi akan turun menjadi 1,9 persen untuk tahun fiskal berikutnya—masih di bawah target 2 persen BOJ.

Dengan inflasi yang diproyeksikan terus naik secara bertahap dan ketidakpastian ekonomi global, keputusan BOJ untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut akan bergantung pada perkembangan data ekonomi dan harga di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

7 Tahun Teror Suara Bising, Pria di Jepang Ditangkap Setelah Tetangga Alami Insomnia hingga Depresi

25 July 2026 - 12:10 WIB

Temukan Logam Tanah Jarang Bernilai Tinggi di Dasar Laut, Bisa Kurangi Ketergantungan pada China

25 July 2026 - 10:10 WIB

Asosiasi Sepak Bola Jepang Tetap Pertahankan Hajime Moriyasu di Kursi Pelatih TImnas Hingga Piala Asia 2027

25 July 2026 - 10:05 WIB

WN China Ditangkap karena Jalankan Taksi Ilegal di Jepang, Raup Ratusan Juta Yen

23 July 2026 - 16:10 WIB

WNI di Jepang Ditangkap Lagi, Diduga Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan karena Takut Kehilangan Pekerjaan

23 July 2026 - 13:17 WIB

Trending on News