Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Dipakai di Resepsionis Hotel Seri Evangelion Terbaru Ungkap Teaser Pertama Startup Jepang Uji Terbang Mobil Terbang di Tokyo, Targetkan Operasi Komersial 2028 Bayi Monyet dengan Boneka di Jepang Viral, Aktivis Soroti Kekejaman Kebun Binatang Universitas Kyoto Perkenalkan “Biksu Robot” Berbasis AI untuk Bantu Upacara Keagamaan Pengguna LINE di Jepang Tembus 100 Juta, Hampir 15 Tahun Sejak Diluncurkan

News

Gubernur Bank Sentral Jepang Berikan Sinyal Akan Naikan Suku Bunga Ditengah Nilai Tukar Yen Semakin Anjlok

badge-check


					Gubernur Bank Sentral Jepang Berikan Sinyal Akan Naikan Suku Bunga Ditengah Nilai Tukar Yen Semakin Anjlok Perbesar

Gubernur Bank of Japan (BOJ), Kazuo Ueda, menekankan bahwa kenaikan suku bunga diperlukan untuk mencegah inflasi tajam dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Pernyataannya ini memicu spekulasi bahwa BOJ mungkin mendekati langkah kenaikan suku bunga berikutnya.

Kebijakan Menyesuaikan Ekonomi dan Harga

Dalam pidato di Nagoya, Ueda menyatakan BOJ akan menaikkan suku bunga jika ekonomi dan harga bergerak sesuai ekspektasi. Ia juga mencatat pelemahan yen yang terjadi akibat rally dolar AS pasca-kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden.

“Penyesuaian bertahap dalam kebijakan moneter akan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan mencapai target stabilitas harga secara berkelanjutan,” kata Ueda.

Namun, ia memperingatkan bahwa tanpa penyesuaian, inflasi dapat melonjak secara tajam, memaksa BOJ menaikkan suku bunga secara mendadak di masa depan.

Fokus pada Ekonomi Global

Ueda menggarisbawahi pentingnya memantau ekonomi global, terutama AS, sebelum mengambil keputusan lebih lanjut. Ia mencatat bahwa ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pendaratan lunak (soft landing), tetapi tetap ada risiko kebangkitan inflasi di masa depan.

Pelemahan yen terhadap dolar juga menjadi perhatian. Ueda mengakui bahwa depresiasi yen berdampak negatif pada rumah tangga dan beberapa perusahaan Jepang.

Kemajuan Ekonomi Domestik

Di sisi domestik, Ueda melihat peningkatan indikator ekonomi, seperti kenaikan upah yang memungkinkan perusahaan membebankan biaya tenaga kerja melalui harga layanan yang lebih tinggi.

Meskipun inflasi inti masih di bawah target 2 persen BOJ, Ueda optimistis bahwa tekanan inflasi akan meningkat seiring dengan kenaikan upah dan aktivitas ekonomi yang membaik.

Kenaikan Suku Bunga di Masa Lalu dan Proyeksi Masa Depan

BOJ sebelumnya mengakhiri kebijakan suku bunga negatif pada Maret lalu dengan kenaikan pertama dalam 17 tahun, diikuti oleh kenaikan kedua pada Juli. Namun, suku bunga tetap tidak berubah dalam pertemuan September dan Oktober.

Menurut proyeksi terbaru BOJ, harga diperkirakan naik 2,5 persen pada tahun fiskal ini hingga Maret 2025, tetapi akan turun menjadi 1,9 persen untuk tahun fiskal berikutnya—masih di bawah target 2 persen BOJ.

Dengan inflasi yang diproyeksikan terus naik secara bertahap dan ketidakpastian ekonomi global, keputusan BOJ untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut akan bergantung pada perkembangan data ekonomi dan harga di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bayi Monyet dengan Boneka di Jepang Viral, Aktivis Soroti Kekejaman Kebun Binatang

25 February 2026 - 11:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Imigrasi Baru: Maskapai Wajib Tolak Penumpang Tanpa Izin Mulai 2028

24 February 2026 - 11:10 WIB

Kebakaran Rumah di Timur Tokyo, Tiga Jenazah Ditemukan, Dua Anak Masih Hilang

24 February 2026 - 10:10 WIB

20 Orang Terjebak di Lift Tokyo Skytree Lebih dari 5 Jam, Menara Ditutup Sementara

24 February 2026 - 06:24 WIB

23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang

23 February 2026 - 14:10 WIB

Trending on News