Gubernur Prefektur Niigata, Hideyo Hanazumi, dilaporkan akan menyetujui rencana pemulihan kembali operasi unit No. 6 di kompleks pembangkit nuklir Kashiwazaki‑Kariwa Nuclear Power Plant (KK) milik Tokyo Electric Power Company Holdings Inc. (TEPCO). Persetujuan ini akan menjadi yang pertama bagi operator tersebut sejak kecelakaan nuklir di Fukushima Daiichi Nuclear Power Plant pada 2011 yang memaksa penghentian banyak reaktor di Jepang.
Menurut sumber-sumber pemerintahan prefektur, Hanazumi akan mengumumkan dukungannya paling cepat hari Jumat.
Jika gubernur menyetujui, maka hambatan utama lokal untuk restart unit 6 akan terlepas — karena sebelumnya dewan legislatif prefektur dan pemerintah kota wilayah sekitar sudah mendukung. TEPCO dan pemerintah pusat telah lama mendorong agar unit tersebut kembali beroperasi.
TEPCO merencanakan untuk membawa kembali online unit No. 6 dan No. 7, yang jika digabung kapasitasnya mencapai sekitar 2.710 megawatt (MW). Seluruh kompleks KK memiliki kapasitas mencapai 8.212 MW.
Perusahaan mengatakan bahwa pada Oktober mereka telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap unit No. 6 setelah pemuatan bahan bakar, dan menyatakan bahwa sistem utama yang diperlukan untuk start-up telah berjalan baik.
Untuk mendapatkan dukungan lokal, TEPCO bulan Oktober mengumumkan akan menyumbangkan sekitar 100 miliar yen (setara kira-kira US $644 juta) kepada pemerintahan prefektur Niigata untuk mendukung revitalisasi ekonomi daerah sekitar pembangkit. Perusahaan juga menyatakan akan mempertimbangkan untuk menghentikan permanen unit-unit Nos. 1-2 di kompleks tersebut.
Pemerintah Jepang, yang melihat tenaga nuklir sebagai sumber energi yang andal dan penting untuk pengurangan karbon, telah mendorong agar unit-unit nuklir yang memenuhi standar keselamatan baru dapat kembali beroperasi. Perdana Menteri Jepang saat ini — Sanae Takaichi — termasuk mendukung percepatan restart.
Salah satu manfaat utama restart tersebut adalah menekan impor LNG (gas alam cair) Jepang, yang merupakan pembeli LNG terbesar kedua di dunia. Dengan dioperasikannya unit No. 6 lebih awal, diperkirakan impor LNG Jepang pada 2026 bisa turun sekitar satu juta ton.
Jika unit tersebut memang dijalankan kembali, hal itu juga akan sangat memperkuat kinerja keuangan TEPCO yang telah terbebani dengan biaya besar dari kompensasi serta pembongkaran pasca-Fukushima. Perusahaan telah menyebut bahwa pengoperasian satu reaktor KK bisa menambah laba bersih tahunan mereka hingga sekitar 100 miliar yen.
Sc :KN







