Menu ✖

Dark Mode
Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an 1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang Jepang Kembangkan Roket untuk Meluncurkan Satelit Pengganti dalam Situasi Darurat Kuromi Sanrio Bakal Debut di Film Layar Lebar Pertamanya pada 2027! Puncak Gunung Fuji Akhirnya Diselimuti Salju Pertama Musim Ini

News

Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

badge-check


					Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap Perbesar

Kawasan Istana Kekaisaran Jepang (Imperial Palace) di Tokyo akan memiliki fasilitas wisata baru yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Pusat wisata bernama Imperial Palace Visitor Center dijadwalkan dibuka pada 3 November 2026 di dekat Gerbang Ote-mon, sisi timur kompleks istana.

Salah satu daya tarik utamanya adalah kafe pertama yang dibuka di dalam kawasan Istana Kekaisaran. Kafe tersebut akan dikelola oleh jaringan kedai kopi spesialti Sarutahiko Coffee dan menyajikan racikan kopi serta menu makanan khusus yang hanya tersedia di lokasi tersebut.

Bangunan kayu satu lantai ini memiliki luas sekitar 2.800 meter persegi. Selain kafe, fasilitas tersebut juga dilengkapi dek observasi di bagian atap. Dari sana, pengunjung dapat melihat tembok batu dan menara bersejarah istana dari sudut pandang yang sebelumnya hanya bisa dinikmati dari permukaan tanah.

Pusat wisata ini tidak hanya dirancang sebagai tempat beristirahat, tetapi juga sebagai pusat informasi pariwisata. Pengunjung akan disuguhi layar video berukuran besar yang memperkenalkan berbagai destinasi wisata di Jepang, seperti kawasan Aso di Prefektur Kumamoto yang terkenal dengan padang rumput luas serta Pulau Miyajima di Prefektur Hiroshima yang menjadi lokasi Kuil Itsukushima.

Selain memperkenalkan destinasi wisata, pusat ini juga akan memberikan informasi mengenai keluarga kekaisaran Jepang. Video akan menampilkan kegiatan Kaisar Naruhito, Permaisuri Masako, dan anggota keluarga kekaisaran lainnya saat mengunjungi berbagai negara maupun daerah di Jepang.

Pengunjung juga dapat mempelajari budaya tradisional Jepang melalui layar sentuh interaktif. Materi yang diperkenalkan antara lain kegiatan penanaman padi di lingkungan Istana Kekaisaran serta gagaku, musik tradisional yang dahulu dimainkan di lingkungan istana.

Toko suvenir juga akan tersedia dengan berbagai produk khusus yang hanya dijual di pusat tersebut. Beberapa di antaranya merupakan kerajinan tradisional Jepang dengan desain yang terinspirasi dari keluarga kekaisaran.

Menurut Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang, pembangunan fasilitas ini bertujuan meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkenalkan sejarah, budaya, dan daya tarik Jepang secara lebih luas.

Pembangunan proyek ini menghabiskan dana sekitar 7,5 miliar yen atau sekitar US$47,4 juta. Biayanya berasal dari pajak keberangkatan internasional Jepang (departure tax), yaitu pajak sebesar 3.000 yen yang dikenakan kepada setiap orang saat meninggalkan Jepang, tanpa membedakan kewarganegaraan.

Dalam pengelolaannya, Badan Rumah Tangga Kekaisaran juga melibatkan perusahaan swasta melalui sistem pengajuan proposal. Sarutahiko Coffee terpilih untuk mengelola kafe, sementara konsorsium JTB Communication Design dan Tanseisha Co. turut terlibat dalam pengelolaan fasilitas.

Pembukaan pusat wisata ini juga bertepatan dengan dibukanya kembali Museum Koleksi Kekaisaran atau Sannomaru Shozokan pada 3 November 2026. Museum tersebut telah menjalani renovasi selama sekitar tujuh tahun dan kini memiliki ruang pamer delapan kali lebih luas dibandingkan sebelumnya.

Sejak dibuka pada 1993, museum ini menyimpan dan memamerkan berbagai koleksi keluarga kekaisaran, mulai dari lukisan, kerajinan, hingga karya kaligrafi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sementara itu, Taman Timur Istana Kekaisaran (Imperial Palace East Gardens) tetap menjadi salah satu daya tarik utama kawasan tersebut. Taman ini terbuka untuk umum secara gratis dan dikunjungi sekitar 2,13 juta orang sepanjang 2025. Jumlah wisatawan asing bahkan telah mencapai hampir 60 persen dari total pengunjung.

Dengan hadirnya pusat wisata baru dan dibukanya kembali museum, kawasan Istana Kekaisaran diharapkan semakin menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin mengenal sejarah dan budaya Jepang.

Sc ; Mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an

2 November 2026 - 13:10 WIB

1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang

2 November 2026 - 11:10 WIB

Jepang Kembangkan Roket untuk Meluncurkan Satelit Pengganti dalam Situasi Darurat

2 November 2026 - 10:10 WIB

Puncak Gunung Fuji Akhirnya Diselimuti Salju Pertama Musim Ini

31 October 2026 - 10:30 WIB

Jepang Siapkan Dana ¥1,1 Triliun untuk Menahan Kenaikan Harga Bensin

31 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News