Japan Airlines (JAL) pada Rabu mengumumkan akan memotong gaji 37 eksekutifnya, termasuk presiden dan seluruh anggota dewan direksi, setelah seorang kapten yang dijadwalkan menerbangkan rute internasional kedapatan minum alkohol sebelum bertugas, menyebabkan penundaan penerbangan hingga 20 jam.
Langkah disipliner yang jarang terjadi ini dilakukan terhadap semua direktur dan pejabat eksekutif, menyusul serangkaian insiden terkait alkohol. Pihak JAL menyatakan bahwa reformasi internal untuk meningkatkan kesadaran keselamatan dinilai belum memadai.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang pekan lalu telah memberi teguran kepada maskapai tersebut dan meminta laporan mengenai langkah pencegahan ke depan.
Presiden JAL, Mitsuko Tottori, akan mengalami pemotongan gaji sebesar 30 persen selama dua bulan. Sementara itu, seorang eksekutif yang membawahi keselamatan serta eksekutif yang bertanggung jawab atas operasional penerbangan akan dipotong 20 persen selama satu bulan. Semua direktur dan pejabat eksekutif lainnya dikenai pemotongan gaji sebesar 10 persen.
Dalam kasus terbaru, tiga penerbangan dari Hawaii menuju Jepang tertunda, dua di antaranya hingga 18 jam, setelah kapten melanggar aturan JAL dengan minum alkohol sehari sebelum bertugas. Pada Desember tahun lalu, dua pilot yang dijadwalkan terbang dari Melbourne ke Narita juga gagal melewati tes alkohol pra-penerbangan, menyebabkan keterlambatan lebih dari tiga jam.
Sc : JT







