Badan Kepolisian Nasional Jepang berencana memperketat uji keterampilan mengemudi bagi pengemudi berusia 75 tahun ke atas yang memiliki riwayat pelanggaran lalu lintas tertentu saat memperpanjang SIM.
Rencana tersebut muncul setelah data menunjukkan bahwa sistem pengujian saat ini belum cukup efektif dalam mengidentifikasi pengemudi yang berisiko tinggi mengalami kecelakaan. Pemerintah Jepang menargetkan aturan baru ini mulai diterapkan pada 2027.
Uji keterampilan mengemudi saat ini telah diterapkan sejak Mei 2022 dan mencakup lima jenis manuver, seperti berhenti sepenuhnya serta berbelok ke kanan dan kiri.
Dalam sistem baru yang direncanakan, akan ditambahkan tes perubahan arah untuk memeriksa kemampuan pengemudi dalam mengoperasikan pedal gas, rem, dan kemudi secara tepat. Peserta harus mundur sambil mengendalikan kemudi, berhenti, lalu memutar kemudi ke arah berlawanan untuk kembali melaju ke depan.
Sistem penilaian juga akan diperketat. Peserta tetap harus memperoleh minimal 70 poin dari total 100 poin untuk dinyatakan lulus. Kesalahan yang sebelumnya tidak mengurangi nilai, seperti tidak memeriksa kondisi lalu lintas di kedua sisi, nantinya dapat mengurangi 10 poin.
Selain itu, pelanggaran seperti melewati garis berhenti hingga masuk ke jalan yang berpotongan akan mendapat pengurangan nilai 40 poin, dua kali lipat dari aturan sebelumnya.
Evaluasi ini dilakukan setelah survei menunjukkan bahwa pengemudi lansia dengan riwayat pelanggaran yang telah lulus uji keterampilan di jalan masih terlibat kecelakaan sekitar 2,8 kali lebih sering dibandingkan pengemudi berusia 75 tahun ke atas tanpa riwayat pelanggaran tertentu.
Sc : KN








