Menu

Dark Mode
Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban 3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

News

Jepang Akan Perluas Program “Fast-Track” Gelar S1–S2 Jadi 5 Tahun

badge-check


					Jepang Akan Perluas Program “Fast-Track” Gelar S1–S2 Jadi 5 Tahun Perbesar

Kementerian Pendidikan Jepang berencana memperluas sistem “fast-track” yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan program sarjana (S1) dan pascasarjana (S2) hanya dalam waktu lima tahun, mulai tahun fiskal depan, menurut sumber pemerintah.

Biasanya, mahasiswa membutuhkan empat tahun untuk S1 dan dua tahun untuk S2. Namun, dalam skema fast-track yang ada saat ini, hanya mahasiswa dengan prestasi akademik luar biasa yang bisa mendapat izin khusus untuk meraih gelar master dalam lima tahun.

Rencana baru ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah universitas yang menawarkan jalur percepatan tersebut.
Langkah itu diambil menyusul penurunan jumlah mahasiswa pascasarjana, khususnya di bidang humaniora dan ilmu sosial, serta untuk mendorong lebih banyak profesional spesialis melalui sistem pendidikan yang lebih efisien.

Perubahan ini akan disertai revisi peraturan menteri tentang standar pendirian sekolah pascasarjana sebelum akhir tahun fiskal berjalan.
Dengan revisi tersebut, masa studi program S2 dapat diatur antara satu hingga dua tahun, tergantung kebijakan masing-masing kampus.

Namun, setiap program fast-track tetap harus mendapat persetujuan Menteri Pendidikan, guna menjamin kualitas dan waktu pembelajaran minimum.
Universitas yang ingin menerapkan sistem ini wajib menyerahkan rencana terintegrasi lima tahun (untuk program S1 dan S2) kepada Dewan Pusat Pendidikan, lembaga penasihat menteri.

Selain itu, mahasiswa S1 juga akan diberi kesempatan mengambil kelas tingkat S2 lebih awal untuk mempercepat proses penelitian mereka.
Kementerian juga tengah mempertimbangkan kemungkinan memperpendek masa studi S1.

Menurut data tahun 2024, jumlah mahasiswa baru program doktoral menurun 14% dibanding 20 tahun lalu, menjadi 15.744 orang, sementara jumlah mahasiswa baru S2 naik 4% menjadi 78.991 orang.
Namun, bidang humaniora dan ilmu sosial mengalami penurunan di kedua jenjang.

Seorang pejabat kementerian mengatakan, “Sistem lima tahun ini memungkinkan mahasiswa belajar secara berkelanjutan dan intensif dari S1 hingga S2.”
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga, sekaligus memberi fleksibilitas bagi universitas untuk merancang program terintegrasi yang khas.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News