Menu ✖

Dark Mode
Patung Rathalos dan Lagiacrus Monster Hunter Berukuran Asli Bakal Hadir di Mal Jepang Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime, Tayang Musim Panas 2027 Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan Game Attack on Titan 3 Rilis Desember 2026, Hadirkan Cerita Anime dari Awal hingga Akhir Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

News

Jepang Akan Terapkan Wajib Tes TBC untuk Pengajuan Visa Jangka Panjang dari Enam Negara Asia Termasuk Indonesia

badge-check


					Jepang Akan Terapkan Wajib Tes TBC untuk Pengajuan Visa Jangka Panjang dari Enam Negara Asia Termasuk Indonesia Perbesar

Mulai 2025, pelancong dari enam negara Asia dengan tingkat tuberkulosis (TBC) tinggi harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diizinkan tinggal di Jepang selama tiga bulan atau lebih, menurut pengumuman Kementerian Kesehatan Jepang pada 26 Desember.

Peraturan ini akan berlaku untuk warga Filipina, Nepal, dan Vietnam mulai 2025, sementara tanggal implementasi untuk Tiongkok, Indonesia, dan Myanmar masih dalam tahap koordinasi.

Warga dari enam negara tersebut diwajibkan melampirkan sertifikat bebas TB saat mengajukan visa Jepang untuk jangka waktu menengah atau panjang.

Prosedur Tes Kesehatan
Pelamar harus menjalani pemeriksaan oleh dokter, termasuk rontgen dada, di fasilitas medis yang ditunjuk oleh Jepang di negara asal mereka. Namun, mereka yang sudah tinggal di negara lain tidak perlu mengikuti aturan ini.

Di Filipina dan Nepal, pendaftaran untuk tes TB akan dimulai pada 24 Maret 2025, dengan pengajuan sertifikat menjadi wajib mulai 23 Juni. Di Vietnam, pendaftaran tes dibuka pada 26 Mei, dan sertifikat wajib diserahkan mulai 1 September.

Pada 2023, Jepang mencatat 10.096 kasus baru TB, dengan 16 persen di antaranya berasal dari luar negeri. Lebih dari 80 persen pasien TB asing berasal dari enam negara yang disebutkan.

Jumlah pasien TB kelahiran luar negeri meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa negara lain telah lebih dulu menerapkan persyaratan serupa sebelum masuk ke wilayah mereka.

Sebenarnya, rencana ini telah diusulkan oleh komite ahli kesehatan Jepang pada 2018, tetapi tertunda akibat penurunan jumlah wisatawan selama pandemi COVID-19. TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyebar melalui saluran pernapasan saat penderita batuk atau bersin.

Sekitar 10-15 persen orang yang terinfeksi TB dapat mengembangkan penyakit ini dalam satu hingga dua tahun setelah infeksi. Namun, bakteri TB dapat tetap dorman dalam tubuh selama bertahun-tahun sebelum menyebabkan penyakit.

Pada 2021, prevalensi TB di Jepang adalah 9,2 kasus per 100.000 penduduk, menjadikannya pertama kali negara ini masuk dalam kategori rendah insiden TB menurut standar internasional (kurang dari 10 kasus per 100.000 penduduk).

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi

3 November 2026 - 13:10 WIB

Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan

3 November 2026 - 10:10 WIB

Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

2 November 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an

2 November 2026 - 13:10 WIB

1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang

2 November 2026 - 11:10 WIB

Trending on News