Menu ✖

Dark Mode
Beredar Info Jepang Keluarkan Imbauan Mitigasi Bencana, Warga Diimbau Siapkan Kebutuhan Dasar untuk 3–7 Hari Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Meninggal Dunia pada Usia 90 Tahun Anime Patlabor EZY Bakal Diadaptasi Menjadi Novel pada 2027 Jepang Targetkan Investasi 1 Triliun Yen di Bangladesh dalam 5 Tahun JR East Jepang Gunakan Robot Humanoid Bersenjatakan Gergaji Mesin untuk Pangkas Pohon di Jalur Kereta Film Spesial 2 Jam Detective Conan Tayang di Indonesia 11 November 2026

News

Jepang Akan Terapkan Wajib Tes TBC untuk Pengajuan Visa Jangka Panjang dari Enam Negara Asia Termasuk Indonesia

badge-check


					Jepang Akan Terapkan Wajib Tes TBC untuk Pengajuan Visa Jangka Panjang dari Enam Negara Asia Termasuk Indonesia Perbesar

Mulai 2025, pelancong dari enam negara Asia dengan tingkat tuberkulosis (TBC) tinggi harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diizinkan tinggal di Jepang selama tiga bulan atau lebih, menurut pengumuman Kementerian Kesehatan Jepang pada 26 Desember.

Peraturan ini akan berlaku untuk warga Filipina, Nepal, dan Vietnam mulai 2025, sementara tanggal implementasi untuk Tiongkok, Indonesia, dan Myanmar masih dalam tahap koordinasi.

Warga dari enam negara tersebut diwajibkan melampirkan sertifikat bebas TB saat mengajukan visa Jepang untuk jangka waktu menengah atau panjang.

Prosedur Tes Kesehatan
Pelamar harus menjalani pemeriksaan oleh dokter, termasuk rontgen dada, di fasilitas medis yang ditunjuk oleh Jepang di negara asal mereka. Namun, mereka yang sudah tinggal di negara lain tidak perlu mengikuti aturan ini.

Di Filipina dan Nepal, pendaftaran untuk tes TB akan dimulai pada 24 Maret 2025, dengan pengajuan sertifikat menjadi wajib mulai 23 Juni. Di Vietnam, pendaftaran tes dibuka pada 26 Mei, dan sertifikat wajib diserahkan mulai 1 September.

Pada 2023, Jepang mencatat 10.096 kasus baru TB, dengan 16 persen di antaranya berasal dari luar negeri. Lebih dari 80 persen pasien TB asing berasal dari enam negara yang disebutkan.

Jumlah pasien TB kelahiran luar negeri meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa negara lain telah lebih dulu menerapkan persyaratan serupa sebelum masuk ke wilayah mereka.

Sebenarnya, rencana ini telah diusulkan oleh komite ahli kesehatan Jepang pada 2018, tetapi tertunda akibat penurunan jumlah wisatawan selama pandemi COVID-19. TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyebar melalui saluran pernapasan saat penderita batuk atau bersin.

Sekitar 10-15 persen orang yang terinfeksi TB dapat mengembangkan penyakit ini dalam satu hingga dua tahun setelah infeksi. Namun, bakteri TB dapat tetap dorman dalam tubuh selama bertahun-tahun sebelum menyebabkan penyakit.

Pada 2021, prevalensi TB di Jepang adalah 9,2 kasus per 100.000 penduduk, menjadikannya pertama kali negara ini masuk dalam kategori rendah insiden TB menurut standar internasional (kurang dari 10 kasus per 100.000 penduduk).

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Beredar Info Jepang Keluarkan Imbauan Mitigasi Bencana, Warga Diimbau Siapkan Kebutuhan Dasar untuk 3–7 Hari

28 October 2026 - 13:14 WIB

Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Meninggal Dunia pada Usia 90 Tahun

28 October 2026 - 12:10 WIB

Jepang Targetkan Investasi 1 Triliun Yen di Bangladesh dalam 5 Tahun

28 October 2026 - 10:10 WIB

Pria Asal Indonesia Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Yamanashi Lewat Program Tokutei Ginou

27 October 2026 - 10:10 WIB

Jepang Kembangkan Mesin Kapal Berbahan Bakar Hidrogen, Diklaim Pangkas Emisi CO₂ Lebih dari 95 Persen

26 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News