Menu

Dark Mode
ANA Turunkan Fuel Surcharge Penerbangan Jepang–Eropa & Amerika hingga ¥10.000 Crunchyroll Amankan Hak Distribusi Film Baru Makoto Shinkai, Judulnya Masih Dirahasiakan Google Buka Toko Resmi Pertama di Luar AS, Lokasinya di Tokyo Mulai Hari Ini, Jepang Bisa Penjarakan Pelaku Penodaan Bendera Nasional hingga 2 Tahun Sony & TSMC Investasi Rp77 Triliun untuk Produksi Sensor Kamera Generasi Baru di Kumamoto BYD Racco, Kei Car Listrik China yang Dibuat Khusus untuk Pasar Jepang, Tembus Penjualan 1000 Unit dalam 2 Minggu

News

Jepang Akan Terapkan Wajib Tes TBC untuk Pengajuan Visa Jangka Panjang dari Enam Negara Asia Termasuk Indonesia

badge-check


					Jepang Akan Terapkan Wajib Tes TBC untuk Pengajuan Visa Jangka Panjang dari Enam Negara Asia Termasuk Indonesia Perbesar

Mulai 2025, pelancong dari enam negara Asia dengan tingkat tuberkulosis (TBC) tinggi harus menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diizinkan tinggal di Jepang selama tiga bulan atau lebih, menurut pengumuman Kementerian Kesehatan Jepang pada 26 Desember.

Peraturan ini akan berlaku untuk warga Filipina, Nepal, dan Vietnam mulai 2025, sementara tanggal implementasi untuk Tiongkok, Indonesia, dan Myanmar masih dalam tahap koordinasi.

Warga dari enam negara tersebut diwajibkan melampirkan sertifikat bebas TB saat mengajukan visa Jepang untuk jangka waktu menengah atau panjang.

Prosedur Tes Kesehatan
Pelamar harus menjalani pemeriksaan oleh dokter, termasuk rontgen dada, di fasilitas medis yang ditunjuk oleh Jepang di negara asal mereka. Namun, mereka yang sudah tinggal di negara lain tidak perlu mengikuti aturan ini.

Di Filipina dan Nepal, pendaftaran untuk tes TB akan dimulai pada 24 Maret 2025, dengan pengajuan sertifikat menjadi wajib mulai 23 Juni. Di Vietnam, pendaftaran tes dibuka pada 26 Mei, dan sertifikat wajib diserahkan mulai 1 September.

Pada 2023, Jepang mencatat 10.096 kasus baru TB, dengan 16 persen di antaranya berasal dari luar negeri. Lebih dari 80 persen pasien TB asing berasal dari enam negara yang disebutkan.

Jumlah pasien TB kelahiran luar negeri meningkat, terutama di kalangan generasi muda. Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa negara lain telah lebih dulu menerapkan persyaratan serupa sebelum masuk ke wilayah mereka.

Sebenarnya, rencana ini telah diusulkan oleh komite ahli kesehatan Jepang pada 2018, tetapi tertunda akibat penurunan jumlah wisatawan selama pandemi COVID-19. TB disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyebar melalui saluran pernapasan saat penderita batuk atau bersin.

Sekitar 10-15 persen orang yang terinfeksi TB dapat mengembangkan penyakit ini dalam satu hingga dua tahun setelah infeksi. Namun, bakteri TB dapat tetap dorman dalam tubuh selama bertahun-tahun sebelum menyebabkan penyakit.

Pada 2021, prevalensi TB di Jepang adalah 9,2 kasus per 100.000 penduduk, menjadikannya pertama kali negara ini masuk dalam kategori rendah insiden TB menurut standar internasional (kurang dari 10 kasus per 100.000 penduduk).

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

ANA Turunkan Fuel Surcharge Penerbangan Jepang–Eropa & Amerika hingga ¥10.000

13 August 2026 - 17:10 WIB

Google Buka Toko Resmi Pertama di Luar AS, Lokasinya di Tokyo

13 August 2026 - 13:34 WIB

Mulai Hari Ini, Jepang Bisa Penjarakan Pelaku Penodaan Bendera Nasional hingga 2 Tahun

13 August 2026 - 10:10 WIB

Sony & TSMC Investasi Rp77 Triliun untuk Produksi Sensor Kamera Generasi Baru di Kumamoto

13 August 2026 - 06:39 WIB

BYD Racco, Kei Car Listrik China yang Dibuat Khusus untuk Pasar Jepang, Tembus Penjualan 1000 Unit dalam 2 Minggu

12 August 2026 - 11:10 WIB

Trending on News