Menu

Dark Mode
Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040 Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur

News

Dibayangi Amerika, Jepang Belum Siap Akui Kenegaraan Palestina

badge-check


					Dibayangi Amerika, Jepang Belum Siap Akui Kenegaraan Palestina Perbesar

Jepang diperkirakan belum siap mengakui kenegaraan Palestina untuk saat ini, menurut sumber pemerintah pada Rabu. Keputusan tersebut tampaknya mempertimbangkan konflik yang masih berlangsung dengan Israel serta posisi Amerika Serikat, sekutu terpenting.

Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba, yang berencana menghadiri Sidang Umum PBB di New York akhir bulan ini, disebut tidak akan ikut serta dalam konferensi internasional mengenai isu Palestina yang digelar sebelum debat tingkat tinggi di markas besar PBB, kata sumber tersebut.

Ishiba sebelumnya telah mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai presiden Partai Demokrat Liberal, dengan pemilihan kepemimpinan dijadwalkan pada 4 Oktober. Setelah itu, sesi Diet diperkirakan akan memilih perdana menteri baru.

Pemerintah Jepang diperkirakan akan segera mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengakui negara Palestina. Menurut sumber, Tokyo khawatir langkah itu justru memperkeras sikap Israel dan memperburuk krisis kemanusiaan Palestina.

Sementara itu, pemerintahan Presiden AS Donald Trump menentang pengakuan tersebut. Sebaliknya, Prancis, Inggris, dan Kanada diperkirakan akan secara resmi mendukungnya pada konferensi 22 September mendatang di markas PBB. AS dan Prancis bahkan telah meminta Jepang untuk mengikuti sikap mereka, begitu pula Inggris.

“Jepang secara konsisten mendukung solusi dua negara, memahami keinginan Palestina untuk membentuk negara merdeka, dan mendukung upaya mereka ke arah itu,” kata juru bicara pemerintah Yoshimasa Hayashi dalam konferensi pers Rabu. “Kami sangat prihatin bahwa aksi militer Israel yang terus berlangsung dapat merusak dasar solusi dua negara.”

Israel sendiri telah melancarkan serangan darat di Kota Gaza setelah sebelumnya melakukan serangan udara selama beberapa hari.

Menteri Luar Negeri Jepang Takeshi Iwaya menegaskan negaranya pada akhirnya akan mengakui kenegaraan Palestina, namun waktu pengakuan bergantung pada perkembangan situasi. Pada Minggu, Iwaya mengatakan pengakuan membutuhkan adanya struktur pemerintahan yang mampu mengendalikan seluruh wilayah Palestina, sembari menyebut keberadaan Hamas—kelompok Islam yang tengah berperang melawan Israel—sebagai tantangan besar.

Sebagai negara miskin sumber daya dan sangat bergantung pada impor minyak mentah dari Timur Tengah, Jepang selama ini menempuh diplomasi seimbang antara negara-negara Muslim dan Israel.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan

19 February 2026 - 10:10 WIB

Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040

19 February 2026 - 09:36 WIB

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Trending on News