Jepang dan Indonesia akan mengadakan pembicaraan keamanan tingkat menteri di Tokyo pada Senin mendatang yang melibatkan menteri luar negeri dan pertahanan kedua negara, kata Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Jumat, di tengah meningkatnya sikap tegas China di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan.
Dalam pertemuan yang dikenal sebagai format “2+2”, Koizumi dan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi akan bertemu dengan rekan mereka dari Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin dan Sugiono, dengan agenda menegaskan kembali kerja sama di bidang keamanan maritim.
Ini akan menjadi pertemuan 2+2 ketiga antara Jepang dan Indonesia. Pertemuan terakhir digelar pada Maret 2021, setelah yang pertama diadakan pada Desember 2015.
Menjelaskan posisi kedua negara sebagai “negara maritim”, Koizumi menyebut Indonesia sebagai “mitra yang sangat penting dalam memperkuat kerja sama pertahanan”.
Ia juga mengatakan bahwa ia akan mengundang koleganya dari Indonesia untuk mengunjungi pangkalan Angkatan Laut Bela Diri Jepang (Maritime Self-Defense Force) di Yokosuka.
Selain itu, Jepang dan Indonesia juga akan mengadakan pertemuan terpisah antara para menteri pertahanan serta menteri luar negeri masing-masing, menurut Kementerian Pertahanan Jepang.
Indonesia, yang dikenal dengan kebijakan luar negerinya yang “bebas dan aktif” serta menjaga keseimbangan dalam hubungannya dengan kekuatan besar, juga menggelar pertemuan 2+2 dengan China pada April tahun ini.
Jepang memandang Indonesia sebagai salah satu mitra strategis dan komprehensif utama—terutama karena ukuran ekonomi dan populasinya.
Sc : mainichi







