Menu

Dark Mode
Kata Jepang untuk Situasi “Ya Udah Lah” Netflix Rilis Teaser Season 2 One Piece Live-Action, Tayang Maret 2026 Film Terakhir Love Live! Nijigasaki Dijadwalkan Tayang Musim Dingin Tahun Depan Web Novel The Not-Holy Saint and Not-Hero Dapat Adaptasi Manga Bandai Namco Rilis Trailer Sinematik Pembuka Game My Hero Academia: All’s Justice Menlu Jepang Temui PM Palestina di Tepi Barat, Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara

News

Jepang Melarang Orang Asing dengan Visa Kedaluwarsa untuk Membeli Lahan Pertanian

badge-check


					Jepang Melarang Orang Asing dengan Visa Kedaluwarsa untuk Membeli Lahan Pertanian Perbesar

Pemerintah Jepang akan melarang orang asing dengan visa yang akan segera kedaluwarsa untuk mengakuisisi lahan pertanian, sebagai upaya mencegah penyalahgunaan tanah di tengah melonjaknya harga beras dan bahan makanan lainnya, menurut Kementerian Pertanian Jepang.

Sistem baru ini mulai berlaku pada Selasa (2 April) melalui revisi Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Lahan Pertanian. Aturan ini mewajibkan orang asing untuk melaporkan sisa masa berlaku visa mereka saat membeli lahan pertanian.

Langkah ini diambil setelah kekhawatiran dari anggota parlemen partai berkuasa, yang menganggap tanah pertanian bisa disalahgunakan karena semakin banyak perusahaan yang terafiliasi dengan asing menjadi pemilik lahan.

Menurut aturan yang berlaku, pemilik lahan pertanian harus aktif bertani setidaknya 150 hari per tahun, dengan keputusan persetujuan akuisisi berada di tangan komite pertanian daerah.

Pada September 2023, Kementerian Pertanian mulai mewajibkan perorangan dan perusahaan asing melaporkan kebangsaan mereka saat mengajukan permohonan kepemilikan lahan. Saat itu, individu asing sudah diminta melaporkan status visa mereka, tetapi tidak harus mencantumkan berapa lama sisa masa berlaku visanya.

Dengan sistem baru ini, orang asing tidak diperbolehkan membeli lahan pertanian jika visa mereka akan segera berakhir dan tidak ada kepastian perpanjangan. Selain itu, orang yang pindah jauh dari lahan pertanian—terlepas dari kewarganegaraannya—juga dilarang melakukan pembelian.

Meski demikian, pemerintah tidak menetapkan durasi minimum visa yang diperlukan untuk akuisisi lahan. Keputusan akan diserahkan kepada komite pertanian daerah berdasarkan kasus per kasus.

Menurut data Kementerian Pertanian Jepang:

  • Pada 2022, total 154 hektare lahan pertanian diakuisisi oleh individu asing yang menetap di Jepang dan perusahaan dengan pemegang saham asing yang memiliki hak suara.

  • Pada 2023, jumlahnya turun menjadi 90 hektare.

  • 73 hektare lahan pertanian di enam prefektur telah dibeli oleh entitas asing yang berbasis di luar Jepang antara 2017 dan 2023.

Di antara perusahaan asing yang telah membeli lahan pertanian di Jepang, perusahaan asal Prancis tercatat sebagai pembeli lahan terbesar. Selain itu, perusahaan yang berafiliasi dengan China dan Hong Kong juga termasuk dalam daftar pemilik lahan pertanian.

Aturan ini diharapkan dapat melindungi sumber daya pertanian Jepang, memastikan lahan tetap dimanfaatkan untuk pertanian, serta mencegah spekulasi tanah oleh pihak asing.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menlu Jepang Temui PM Palestina di Tepi Barat, Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara

13 January 2026 - 12:10 WIB

Anak Muda Jepang Rayakan Coming-of-Age Day

13 January 2026 - 11:10 WIB

JR Central Daur Ulang Kereta Shinkansen Pensiun Jadi Aluminium Murni untuk Kereta Baru hingga Tongkat Bisbol

13 January 2026 - 10:10 WIB

Pria Ditangkap di Tokyo Usai Duel Maut, Jepang Terapkan Hukum Anti-Duel dari Era 1889

12 January 2026 - 15:10 WIB

Warga Jepang Protes Atas Diamnya Sikap Pemerintah Jepang Terhadap Invasi AS ke Venezuela

12 January 2026 - 13:10 WIB

Trending on News