Menu

Dark Mode
Terminal 1 Haneda Diperluas Seiring Meningkatnya Aktivitas Penerbangan Polisi Gerebek Petinggi Yakuza yang Sedang Berduaan di Hotel Bareng Aktris JAV Mulai November 2026, Sistem Tax Free Jepang Berubah: Wisatawan Harus Bayar Pajak Dulu WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027

News

Jepang Peringkat Ketiga Terburuk bagi Pekerja Perempuan di Negara Maju

badge-check


					Jepang Peringkat Ketiga Terburuk bagi Pekerja Perempuan di Negara Maju Perbesar

Jepang kembali menempati peringkat ketiga terburuk di antara negara maju dalam hal kondisi kerja bagi perempuan, menurut Indeks Glass Ceiling 2024 yang dirilis oleh majalah Inggris The Economist dalam rangka Hari Perempuan Internasional pada Sabtu (9 Maret).

Dalam indeks yang menilai peran dan pengaruh perempuan di dunia kerja di 29 dari 38 negara anggota OECD, Jepang berada di posisi ke-27, hanya lebih baik dari Korea Selatan dan Turki. Swedia menempati peringkat pertama, diikuti oleh Islandia, Finlandia, dan Norwegia.

Indeks ini mengukur berbagai aspek kondisi kerja perempuan berdasarkan 10 indikator, termasuk kesetaraan upah, pendidikan, cuti orang tua berbayar, dan keterwakilan politik. Negara-negara Nordik mendominasi peringkat atas berkat kebijakan kesetaraan gender yang kuat serta dukungan bagi orang tua bekerja.

New Zealand menjadi negara dengan perbaikan paling signifikan, naik delapan peringkat ke posisi lima, sejajar dengan Prancis dan Portugal. Sementara itu, Inggris dan Kanada berada di posisi ke-14, Italia ke-16, dan Amerika Serikat di peringkat ke-19.

Secara keseluruhan, survei mencatat peningkatan representasi perempuan di dewan perusahaan, naik menjadi 33 persen dari sebelumnya 21 persen pada 2016. Inggris, Prancis, dan Selandia Baru hampir mencapai paritas gender dalam kepemimpinan perusahaan.

Namun, meskipun ada kemajuan dalam pendidikan, partisipasi tenaga kerja perempuan tetap rendah, yang berdampak pada prospek karier dan kesenjangan upah gender. Secara global, upah median perempuan 11,4 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki, dengan Jepang dan Australia menjadi salah satu negara dengan kesenjangan terbesar.

Di bidang politik, tingkat representasi perempuan secara global mencapai 34 persen, dengan Inggris mencatat peningkatan jumlah perempuan di parlemen dari 35 persen menjadi 41 persen setelah pemilu tahun lalu. Jepang, meski masih rendah, mencatat angka 16 persen anggota parlemen perempuan—rekor tertinggi dalam sejarah negara itu.

Menariknya, meski Jepang dan Korea Selatan memiliki kebijakan cuti ayah berbayar paling dermawan di OECD, hanya sedikit ayah yang memanfaatkan kebijakan tersebut untuk mengasuh anak di rumah.

Sc ; KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Terminal 1 Haneda Diperluas Seiring Meningkatnya Aktivitas Penerbangan

26 August 2026 - 18:10 WIB

Polisi Gerebek Petinggi Yakuza yang Sedang Berduaan di Hotel Bareng Aktris JAV

26 August 2026 - 16:14 WIB

Mulai November 2026, Sistem Tax Free Jepang Berubah: Wisatawan Harus Bayar Pajak Dulu

26 August 2026 - 16:14 WIB

WN Taiwan Ditangkap di Jepang, Diduga Merusak Batu Peninggalan di Kuil Nara

26 August 2026 - 12:10 WIB

Jepang Lanjutkan Subsidi BBM, Harga Dijaga Sekitar ¥170 per Liter

26 August 2026 - 10:10 WIB

Trending on News