Menu

Dark Mode
Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

News

Jepang Pertimbangkan Naikkan Pajak Keberangkatan Jadi 3.000 Yen untuk Atasi Lonjakan Wisatawan Asing

badge-check


					Jepang Pertimbangkan Naikkan Pajak Keberangkatan Jadi 3.000 Yen untuk Atasi Lonjakan Wisatawan Asing Perbesar

Partai berkuasa Jepang, Liberal Democratic Party (LDP), pada Kamis (3/10) mengusulkan kenaikan pajak keberangkatan dari 1.000 yen (sekitar Rp105.000) menjadi 3.000 yen (sekitar Rp315.000) per orang. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul akibat lonjakan jumlah wisatawan mancanegara.

Usulan tersebut diajukan oleh panel LDP yang menangani isu pariwisata, sejalan dengan rencana pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang sebelumnya telah mengemukakan ide serupa sebelum menjabat.

Panel tersebut menyimpulkan bahwa pajak yang mulai diberlakukan pada 2019 ini menjadi sumber pendapatan stabil bagi Jepang yang sedang menghadapi beban utang besar. Pemerintah menargetkan 60 juta wisatawan asing per tahun pada 2030.

Saat ini, semua penumpang yang meninggalkan Jepang—termasuk warga negara Jepang—harus membayar 1.000 yen per orang. Pada tahun fiskal 2024 (hingga Maret), Jepang mencatat pendapatan rekor sebesar 52,5 miliar yen hanya dari pajak ini.

Dana pajak tersebut digunakan untuk meningkatkan kenyamanan wisata, seperti memperbaiki akses informasi dan transportasi bagi pengunjung.

Tahun ini, Jepang diperkirakan akan mencatat jumlah wisatawan asing terbanyak sepanjang sejarah, setelah melampaui 30 juta pengunjung pada akhir September, dengan laju pertumbuhan yang sangat cepat.

Namun, di balik ledakan pariwisata ini, muncul berbagai masalah seperti kemacetan, kebisingan, polusi, dan perilaku wisatawan yang kurang sopan di beberapa daerah populer.

Ketua panel LDP, Ryuji Koizumi, menegaskan pentingnya menjadikan pariwisata sebagai industri berkelanjutan dengan menyesuaikan kebijakan di setiap daerah yang terdampak overtourism.

Sebagai bagian dari upaya menghadapi meningkatnya permintaan perjalanan udara, Bandara Narita di dekat Tokyo akan meningkatkan kapasitas lepas-landas dan pendaratannya dari 300.000 menjadi 340.000 kali per tahun mulai Minggu ini — peningkatan pertama dalam 15 tahun terakhir. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah hingga 500.000 slot setelah landasan pacu baru selesai pada Maret 2029.

Bandara Narita, yang melayani terutama penerbangan internasional, mencatat lebih dari 20 juta penumpang asing pada tahun fiskal 2024.

Popularitas Jepang sebagai destinasi wisata juga didorong oleh melemahnya nilai yen, yang membuat biaya perjalanan ke Jepang menjadi lebih murah bagi wisatawan mancanegara.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News