Menu ✖

Dark Mode
One Punch Man Season 3 Bagian Kedua Tayang Januari 2027, JAM Project Kembali Isi Lagu Opening Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Baru Bernama “Teppay” pada 20 Oktober Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto

News

Jepang Protes ke China Setelah Jet Tempur China Terbang Terlalu Dekat dengan Pesawat Patroli SDF

badge-check


					Jepang Protes ke China Setelah Jet Tempur China Terbang Terlalu Dekat dengan Pesawat Patroli SDF Perbesar

Pemerintah Jepang pada Kamis menyatakan telah menyampaikan “keprihatinan serius” kepada China setelah sebuah jet tempur China terbang sangat dekat dengan pesawat patroli Pasukan Bela Diri (SDF) di Samudra Pasifik pada akhir pekan lalu, seraya memperingatkan bahwa aktivitas semacam ini berisiko menimbulkan tabrakan.

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi mengatakan bahwa Jepang telah menuntut China mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa terulang. Sementara itu, pejabat tertinggi militer SDF menyatakan bahwa jet tempur China tersebut “secara sengaja mendekat” ke pesawat Jepang.

Namun, pihak China justru menyalahkan Jepang atas insiden ini. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan dalam konferensi pers bahwa justru pihak Jepang yang “mendekat dan memata-matai aktivitas militer normal China,” dan menuntut Jepang menghentikan “tindakan berbahaya” tersebut.

Menurut pengumuman Kementerian Pertahanan Jepang pada Rabu, jet tempur J-15 China yang lepas landas dari kapal induk Shandong membuntuti pesawat P-3C Pasukan Bela Diri Maritim selama total sekitar 120 menit pada Sabtu dan Minggu di perairan internasional Samudra Pasifik, dengan jarak sedekat 45 meter.

Sebuah pesawat tempur China juga terbang melintang 900 meter di depan jalur terbang P-3C pada Minggu.

Terakhir kali pemerintah Jepang mengumumkan insiden pesawat China terbang terlalu dekat dengan pesawat SDF terjadi pada tahun 2014, di atas Laut China Timur.

Hayashi, juru bicara utama pemerintah, menegaskan pada Kamis bahwa pemerintah Jepang akan terus menjaga komunikasi dengan China “pada berbagai tingkatan” dan berjanji akan mengambil “segala langkah yang diperlukan” untuk melindungi wilayah, perairan, dan wilayah udara negara tersebut.

Ia mengatakan keprihatinan Jepang telah disampaikan melalui jalur diplomatik dan pertahanan, termasuk oleh Wakil Menteri Luar Negeri Takehiro Funakoshi kepada Duta Besar China untuk Jepang Wu Jianghao.

Jenderal Yoshihide Yoshida, Kepala Staf Gabungan SDF, juga menekankan pentingnya mempertahankan “kemauan dan kemampuan untuk melakukan pencegahan,” seraya mengingatkan bahwa menurunkan kewaspadaan hanya akan mendorong pihak lain bertindak lebih jauh.

Jepang terus waspada terhadap meningkatnya aktivitas militer China, dan baru-baru ini untuk pertama kalinya mengonfirmasi dua kapal induk China beroperasi secara bersamaan di Samudra Pasifik.

Kapal induk China Liaoning terpantau akhir pekan lalu di sekitar Pulau Minamitori, pulau paling timur Jepang yang terletak sekitar 1.900 kilometer tenggara Tokyo, menandai navigasi kapal induk China pertama di perairan tersebut.

Sementara itu, Shandong, yang dioperasikan sejak 2019 sebagai kapal induk kedua China, juga terlihat melakukan latihan lepas landas dan pendaratan pesawat tempur serta helikopter di utara Pulau Ok

Sc: Mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Trending on News