Menu

Dark Mode
Film Anime Perdana Chiikawa Tayang 24 Juli, Angkat Arc “Pulau Putri Duyung” Drama Live-Action Solitary Gourmet Umumkan Season 11, Tayang April 2026 Trailer Eksklusif One Piece Live-Action Season 2 Dirilis, Tayang 10 Maret di Netflix Angka Kelahiran di Jepang Anjlok ke 705 Ribu pada 2025, Terendah Sejak 1899 Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Mahal untuk Turis, Bisa Dua Kali Lipat dari Warga Lokal Komposer Game Jepang Shigeru Ikeda Meninggal Dunia di Usia 57 Tahun

News

Jepang Siapkan Bantuan untuk Perusahaan dalam Negeri Amankan Mineral Langka di Tengah Kontrol Ekspor China

badge-check


					Jepang Siapkan Bantuan untuk Perusahaan dalam Negeri Amankan Mineral Langka di Tengah Kontrol Ekspor China Perbesar

Pemerintah Jepang tengah menyusun rencana untuk mendukung perusahaan dalam negeri dalam mengamankan mineral penting seperti rare earth (logam tanah jarang), seiring dengan pengetatan ekspor sumber daya tersebut oleh China, kata seorang sumber pemerintah pada Rabu.

Bantuan tersebut, yang kemungkinan berbentuk investasi dan subsidi, merupakan bagian dari janji Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk memperkuat apa yang disebutnya sebagai “investasi manajemen krisis.” Langkah ini akan dimasukkan ke dalam paket ekonomi baru yang disusun akhir bulan ini.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong diversifikasi sumber pasokan serta membangun cadangan strategis guna mencegah kekurangan mineral penting yang dibutuhkan untuk berbagai produk teknologi tinggi — seperti semikonduktor dan kendaraan listrik.

Jepang, yang miskin sumber daya alam, saat ini masih sangat bergantung pada impor dari China dan negara lain untuk mendapatkan mineral strategis tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melibatkan Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC), lembaga pemerintah yang menangani keamanan energi, untuk memberikan dukungan finansial kepada perusahaan Jepang.

Paket ekonomi pertama di bawah pemerintahan Takaichi ini juga akan mencakup dukungan produksi magnet permanen yang digunakan dalam pembuatan mobil, serta penelitian magnet baru yang mengurangi ketergantungan pada rare earth.

Masalah pasokan mineral telah berdampak nyata pada industri otomotif Jepang, yang merupakan tulang punggung ekonomi ekspor negara tersebut. Misalnya, Suzuki Motor Corp. sempat menghentikan produksi mobil Swift pada Mei lalu karena pembatasan ekspor elemen rare earth dari China.

Pada Oktober lalu, Takaichi dan Presiden AS Donald Trump sepakat di Tokyo untuk bekerja sama dalam mengamankan pasokan rare earth dan mineral penting lainnya, dengan China sebagai pertimbangan utama.
Awal bulan ini, Takaichi juga mengatakan di parlemen bahwa pemerintahnya akan meninjau kerja sama eksplorasi rare earth bersama AS di sekitar Pulau Minamitori, wilayah paling timur Jepang di Samudra Pasifik yang tidak berpenghuni.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Angka Kelahiran di Jepang Anjlok ke 705 Ribu pada 2025, Terendah Sejak 1899

27 February 2026 - 12:10 WIB

Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Mahal untuk Turis, Bisa Dua Kali Lipat dari Warga Lokal

27 February 2026 - 10:10 WIB

WN Jepang Ditahan di Teheran Sejak Januari, Pemerintah Jepang Desak Iran Segera Bebaskan

26 February 2026 - 15:10 WIB

Pemerintah Daerah Ibaraki Siap Kasih Imbalan Tunai Bagi yang Melapor Pekerja Asing Ilegal

26 February 2026 - 12:10 WIB

Jepang Murka: China Masukkan 20 Perusahaan Pertahanan Jepang ke Daftar Larangan Ekspor

26 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News