Menu

Dark Mode
Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026 Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

News

Jepang Siapkan Dana 100 Miliar Yen untuk Tarik Peneliti Asing yang Tinggalkan AS

badge-check


					Jepang Siapkan Dana 100 Miliar Yen untuk Tarik Peneliti Asing yang Tinggalkan AS Perbesar

Pemerintah Jepang mengumumkan pada hari Jumat paket kebijakan senilai 100 miliar yen (sekitar 700 juta dolar AS) untuk menarik peneliti asing, termasuk mereka yang mungkin ikut dalam gelombang eksodus peneliti dari Amerika Serikat akibat pemotongan dana riset.

Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan riset kelas dunia di Jepang, di tengah ketatnya persaingan global untuk merekrut talenta di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan dan semikonduktor.

Pemerintah juga berencana memanfaatkan keuntungan dari dana investasi senilai 10 triliun yen yang dibentuk negara untuk membantu universitas menghasilkan riset berdaya saing internasional.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin menjadikan negara ini tempat paling menarik di dunia bagi para peneliti,” kata Menteri Kebijakan Sains dan Teknologi, Minoru Kiuchi, dalam konferensi pers.

Banyak peneliti meninggalkan Amerika Serikat karena kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendorong universitas elit memprioritaskan mahasiswa Amerika dan memotong dana federal untuk banyak program riset.

Paket kebijakan baru Jepang akan mendanai banyak program yang sudah ada, termasuk rencana Universitas Tohoku untuk mengucurkan sekitar 30 miliar yen guna merekrut sekitar 500 peneliti dari dalam dan luar negeri.

Proyek kementerian pendidikan untuk membangun pusat riset unggulan juga termasuk di dalamnya.

Pemerintah menargetkan menaikkan gaji peneliti dan mengurangi beban administrasi agar mereka dapat fokus pada penelitian. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperoleh teknologi canggih untuk mendukung riset di institusi.

Kiuchi menambahkan pemerintah akan mempertimbangkan langkah tambahan untuk mempertahankan para peneliti setelah mereka berhasil direkrut dari luar negeri.

Meski pemerintah belakangan gencar mempromosikan riset sains dan teknologi, sebuah lembaga di bawah kementerian pendidikan melaporkan bahwa tahun lalu Jepang tetap bertahan di peringkat ke-13 — posisi terendah dalam sejarah — dalam jumlah makalah ilmiah yang banyak disitasi.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on News