Menu

Dark Mode
JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026 Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan

News

Jepang Siapkan Dana 100 Miliar Yen untuk Tarik Peneliti Asing yang Tinggalkan AS

badge-check


					Jepang Siapkan Dana 100 Miliar Yen untuk Tarik Peneliti Asing yang Tinggalkan AS Perbesar

Pemerintah Jepang mengumumkan pada hari Jumat paket kebijakan senilai 100 miliar yen (sekitar 700 juta dolar AS) untuk menarik peneliti asing, termasuk mereka yang mungkin ikut dalam gelombang eksodus peneliti dari Amerika Serikat akibat pemotongan dana riset.

Langkah ini bertujuan menciptakan lingkungan riset kelas dunia di Jepang, di tengah ketatnya persaingan global untuk merekrut talenta di bidang-bidang seperti kecerdasan buatan dan semikonduktor.

Pemerintah juga berencana memanfaatkan keuntungan dari dana investasi senilai 10 triliun yen yang dibentuk negara untuk membantu universitas menghasilkan riset berdaya saing internasional.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin menjadikan negara ini tempat paling menarik di dunia bagi para peneliti,” kata Menteri Kebijakan Sains dan Teknologi, Minoru Kiuchi, dalam konferensi pers.

Banyak peneliti meninggalkan Amerika Serikat karena kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang mendorong universitas elit memprioritaskan mahasiswa Amerika dan memotong dana federal untuk banyak program riset.

Paket kebijakan baru Jepang akan mendanai banyak program yang sudah ada, termasuk rencana Universitas Tohoku untuk mengucurkan sekitar 30 miliar yen guna merekrut sekitar 500 peneliti dari dalam dan luar negeri.

Proyek kementerian pendidikan untuk membangun pusat riset unggulan juga termasuk di dalamnya.

Pemerintah menargetkan menaikkan gaji peneliti dan mengurangi beban administrasi agar mereka dapat fokus pada penelitian. Selain itu, pemerintah juga berupaya memperoleh teknologi canggih untuk mendukung riset di institusi.

Kiuchi menambahkan pemerintah akan mempertimbangkan langkah tambahan untuk mempertahankan para peneliti setelah mereka berhasil direkrut dari luar negeri.

Meski pemerintah belakangan gencar mempromosikan riset sains dan teknologi, sebuah lembaga di bawah kementerian pendidikan melaporkan bahwa tahun lalu Jepang tetap bertahan di peringkat ke-13 — posisi terendah dalam sejarah — dalam jumlah makalah ilmiah yang banyak disitasi.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam

20 July 2026 - 14:10 WIB

Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka

20 July 2026 - 10:50 WIB

Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026

20 July 2026 - 10:48 WIB

Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang

20 July 2026 - 10:43 WIB

Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi

18 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News