Menu

Dark Mode
Rispek King! 5 Peserta Magang Indonesia Terima Penghargaan Usai Selamatkan Lansia di Jepang Dua Perempuan dan Satu Pria Tewas di Hikone, Jepang! Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri Bersama Polisi Ibaraki Tangkap 23 WNA Ilegal, 19 Diantaranya Warga Indonesia Setelah 70 Tahun, Jepang Pertimbangkan Aturan Sanksi untuk Pria Hidung Belang Didorong Lansia, Perempuan, dan Pekerja Asing, Angkatan Kerja Jepang Catat Rekor 70 Juta Orang pada 2025 Adaptasi Anime Saijō no Osewa Siap Mengudara Juli 2026

Teknologi

Jepang Susun Strategi Nasional untuk Kembangkan AI Domestik, Kurangi Ketergantungan pada Teknologi Asing

badge-check


					Jepang Susun Strategi Nasional untuk Kembangkan AI Domestik, Kurangi Ketergantungan pada Teknologi Asing Perbesar

Pemerintah Jepang akan mencantumkan pentingnya pengembangan kecerdasan buatan (AI) dalam negeri dalam strategi nasional yang akan datang, menurut sumber resmi pada Minggu (5/10). Langkah ini diambil untuk menghindari ketergantungan berlebihan pada AI asing yang dapat memengaruhi keamanan nasional.

Dalam rancangan rencana dasar AI Jepang yang sedang disusun, pemerintah diperkirakan akan menyoroti perlunya meningkatkan kesejahteraan dan gaji bagi para profesional AI, serta mengembangkan chip canggih dan superkomputer generasi berikutnya, menurut sumber tersebut.

Di tengah persaingan teknologi tinggi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta ketatnya kompetisi sektor swasta dalam pengembangan model AI baru, Jepang dinilai tertinggal dalam hal pengembangan dan pemanfaatan AI.

Perdana Menteri Shigeru Ishiba menyatakan bahwa kemajuan AI memiliki dampak langsung terhadap keamanan nasional, dan Jepang perlu “mengejar ketertinggalan serta membalikkan keadaan.”

Pemerintah telah mengadakan pertemuan pertama gugus tugas strategi AI pada September, dengan tujuan menyusun rencana dasar sebelum akhir tahun. Garis besar rencana itu kemungkinan akan diumumkan akhir bulan ini, dan diperkirakan akan menegaskan bahwa Jepang “tidak boleh terlalu bergantung pada pemain asing untuk AI yang menentukan kekuatan nasional.”

Untuk mendorong pengembangan AI lokal, pemerintah berencana meningkatkan kondisi kerja dan kehidupan para peneliti serta insinyur, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, akan dilakukan kolaborasi yang lebih erat antara universitas, lembaga penelitian, dan sektor industri di dalam maupun luar negeri guna memperkaya keahlian dan inovasi.

Jepang juga akan mempercepat pengembangan superkomputer unggulan baru yang akan menggantikan Fugaku — superkomputer yang dikembangkan lembaga penelitian negara Riken — untuk mendukung penelitian AI yang membutuhkan kapasitas komputasi besar dan kecepatan tinggi.

Rencana tersebut juga akan menyoroti risiko keamanan nasional akibat kemajuan AI, termasuk penyebaran disinformasi, serangan siber, serta potensi penyalahgunaan teknologi. Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi risiko tersebut sambil tetap mendorong inovasi, dengan tujuan menjadikan Jepang “negara paling ramah di dunia untuk pengembangan dan pemanfaatan AI.”

Meskipun beberapa perusahaan Jepang telah mengembangkan AI sendiri, negara itu masih tertinggal dibanding pemain besar seperti OpenAI (AS) dan DeepSeek (Tiongkok).

Menurut data pemerintah, hanya 27% warga Jepang yang menggunakan AI generatif pada tahun fiskal 2024, jauh di bawah 69% di Amerika Serikat dan 81% di Tiongkok.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda N-Box Kembali Jadi Mobil Terlaris di Jepang 2025, Empat Tahun Berturut-turut Pertahankan Posisi Puncak

22 January 2026 - 15:10 WIB

ANA Holdings Pertimbangkan Layanan Pengiriman Drone Otomatis Mulai 2029

10 January 2026 - 16:10 WIB

Jepang Akan Operasikan Kapal Feri Penumpang Pertama di Dunia dengan Teknologi Navigasi Otonom

12 December 2025 - 12:10 WIB

Jepang Siap Luncurkan Satelit Baru untuk Sempurnakan Sistem Navigasi Sendiri

11 December 2025 - 15:10 WIB

Isuzu Akan Uji Coba Truk Otonom untuk Angkut Suku Cadang di Jalan Umum

11 December 2025 - 11:10 WIB

Trending on Teknologi