Kementerian Transportasi Jepang berencana meningkatkan jumlah peron stasiun kereta yang dilengkapi pintu pengaman (platform doors) menjadi 4.000 unit secara nasional pada tahun fiskal 2030, yang berakhir pada Maret 2031. Target baru ini ditetapkan guna meningkatkan keselamatan penumpang, khususnya bagi lansia dan penyandang disabilitas penglihatan.
Hingga akhir tahun fiskal 2023, pintu pengaman telah terpasang di 2.647 peron di seluruh Jepang. Karena target awal pemasangan di 3.000 peron hingga akhir tahun fiskal ini hampir tercapai, pemerintah menaikkan sasaran jangka menengahnya menjadi 4.000 peron.
Pintu pengaman peron dipasang di antara jalur kereta dan peron, dan hanya terbuka saat kereta tiba, sehingga efektif mencegah penumpang terjatuh ke rel.
Keputusan menaikkan target ini dilandasi oleh kekhawatiran akan keselamatan, karena insiden penumpang jatuh ke rel atau tertabrak kereta masih terus terjadi. Pada tahun fiskal 2023, tercatat 2.293 kasus penumpang terjatuh dari peron, termasuk 58 kasus yang melibatkan penyandang disabilitas penglihatan, menurut data pemerintah.
Meski pemasangan pintu ini terkendala biaya dan logistik, operator kereta mulai menerapkan solusi baru, seperti penggunaan model pintu yang lebih ringan dan fleksibel dibandingkan versi konvensional.
Operator juga mulai menggunakan sistem pintu lebar yang dapat menyesuaikan dengan berbagai jenis kereta, baik lokal maupun ekspres, yang memiliki posisi pintu berbeda-beda.
Kementerian menyatakan akan mendukung inovasi tersebut serta memberikan bantuan dana melalui subsidi untuk mempercepat pelaksanaan program ini.
Target baru ini diumumkan dalam laporan panel kementerian yang fokus pada inisiatif membuat stasiun kereta lebih ramah bagi semua orang (barrier-free), yang diterbitkan Maret lalu. Dalam laporan itu, target kereta ramah disabilitas juga dinaikkan dari 70% menjadi 80% hingga tahun fiskal 2030.
Sejak menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2021, Jepang semakin mempercepat upaya menjadikan transportasi publik dan fasilitas umum lebih inklusif bagi semua kalangan.
Sc : JT







