Menu

Dark Mode
Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei Film Live-Action Gundam Mulai Produksi, Netflix Tambah Deretan Aktor Baru

News

Jepang Targetkan 4.000 Peron Kereta Api Dilengkapi Pintu Pengaman pada 2030 Demi Keselamatan Penumpang

badge-check


					Jepang Targetkan 4.000 Peron Kereta Api Dilengkapi Pintu Pengaman pada 2030 Demi Keselamatan Penumpang Perbesar

Kementerian Transportasi Jepang berencana meningkatkan jumlah peron stasiun kereta yang dilengkapi pintu pengaman (platform doors) menjadi 4.000 unit secara nasional pada tahun fiskal 2030, yang berakhir pada Maret 2031. Target baru ini ditetapkan guna meningkatkan keselamatan penumpang, khususnya bagi lansia dan penyandang disabilitas penglihatan.

Hingga akhir tahun fiskal 2023, pintu pengaman telah terpasang di 2.647 peron di seluruh Jepang. Karena target awal pemasangan di 3.000 peron hingga akhir tahun fiskal ini hampir tercapai, pemerintah menaikkan sasaran jangka menengahnya menjadi 4.000 peron.

Pintu pengaman peron dipasang di antara jalur kereta dan peron, dan hanya terbuka saat kereta tiba, sehingga efektif mencegah penumpang terjatuh ke rel.

Keputusan menaikkan target ini dilandasi oleh kekhawatiran akan keselamatan, karena insiden penumpang jatuh ke rel atau tertabrak kereta masih terus terjadi. Pada tahun fiskal 2023, tercatat 2.293 kasus penumpang terjatuh dari peron, termasuk 58 kasus yang melibatkan penyandang disabilitas penglihatan, menurut data pemerintah.

Meski pemasangan pintu ini terkendala biaya dan logistik, operator kereta mulai menerapkan solusi baru, seperti penggunaan model pintu yang lebih ringan dan fleksibel dibandingkan versi konvensional.

Operator juga mulai menggunakan sistem pintu lebar yang dapat menyesuaikan dengan berbagai jenis kereta, baik lokal maupun ekspres, yang memiliki posisi pintu berbeda-beda.

Kementerian menyatakan akan mendukung inovasi tersebut serta memberikan bantuan dana melalui subsidi untuk mempercepat pelaksanaan program ini.

Target baru ini diumumkan dalam laporan panel kementerian yang fokus pada inisiatif membuat stasiun kereta lebih ramah bagi semua orang (barrier-free), yang diterbitkan Maret lalu. Dalam laporan itu, target kereta ramah disabilitas juga dinaikkan dari 70% menjadi 80% hingga tahun fiskal 2030.

Sejak menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2021, Jepang semakin mempercepat upaya menjadikan transportasi publik dan fasilitas umum lebih inklusif bagi semua kalangan.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Pekerja Wahana Hiburan di Tokyo Tewas Usai Terjebak Saat Inspeksi

22 April 2026 - 12:53 WIB

Trending on News