Menu

Dark Mode
Kapal Kontainer Milik Perusahaan Jepang Rusak di Teluk Persia di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran Film Kompilasi Baru “Gintama: Yoshiwara in Flames” Akan Tayang di Indonesia Dua Pendaki Asing Jatuh di Gunung Fuji Saat Musim Pendakian Ditutup, Satu Alami Luka Serius Trailer Final Film “Super Mario Galaxy Movie” Dirilis, Donald Glover Isi Suara Yoshi JR East Kembangkan Peredam Khusus untuk Kurangi Risiko Kereta Shinkansen Anjlok Saat Gempa Menteri Jepang Minta Maaf Setelah Terlambat 5 Menit Saat Menuju Rapat Kabinet

News

Jepang Targetkan Pangkas Limbah Pakaian 25 Persen pada 2030

badge-check


					Jepang Targetkan Pangkas Limbah Pakaian 25 Persen pada 2030 Perbesar

Pemerintah Jepang menargetkan pengurangan limbah pakaian hingga 25 persen pada tahun fiskal 2030 dibandingkan dengan satu dekade sebelumnya. Langkah ini diambil untuk menekan dampak lingkungan dari industri garmen yang menghasilkan emisi karbon dioksida dalam jumlah besar.

Upaya mendorong penggunaan ulang dan daur ulang pakaian ini muncul di tengah meningkatnya masalah limbah tekstil secara global. Menurut Program Pembangunan PBB (UNDP), industri fesyen menghasilkan sekitar 92 juta ton limbah tekstil setiap tahun di seluruh dunia. Sektor ini juga menyumbang sekitar 10 persen dari total emisi karbon global, sebagaimana disampaikan lembaga PBB yang berbasis di New York pada Maret lalu.

Berdasarkan rencana aksi baru yang akan disusun paling lambat Maret, pemerintah Jepang akan memperluas kebijakan penggunaan ulang dan daur ulang pakaian dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan rumah tangga. Tujuannya adalah membangun sistem bersama untuk menekan limbah tekstil secara menyeluruh.

Laporan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menunjukkan bahwa pada 2024, sekitar 820.000 ton pakaian baru dipasok ke pasar domestik, dengan sebagian besar berasal dari impor. Proses pewarnaan dan transportasi pakaian tersebut diperkirakan menghabiskan 8,38 miliar meter kubik air per tahun serta menghasilkan sekitar 95 juta ton emisi CO₂.

Sementara itu, keterbatasan jalur penjualan pakaian bekas dan daur ulang menjadi bahan tekstil baru menyebabkan sekitar 560.000 ton pakaian dibakar atau dibuang ke tempat pembuangan akhir pada 2024. Sekitar 90 persen limbah tersebut berasal dari rumah tangga.

Untuk mendorong konsep “fesyen sirkular” yang lebih ramah lingkungan, rencana baru ini akan menetapkan lima inisiatif utama, termasuk penguatan sistem pengumpulan pakaian bekas, perluasan penggunaan ulang, serta upaya memperpanjang usia pakai produk.

Langkah konkret akan dirancang untuk pemerintah pusat dan daerah, perusahaan, serta masyarakat. Pemerintah daerah akan didorong untuk meningkatkan tingkat pengumpulan pakaian bekas dan mempermudah akses pakaian layak pakai bagi warga yang membutuhkan. Perusahaan fesyen diminta merancang produk yang lebih mudah diperbaiki dan digunakan kembali, sementara masyarakat diimbau lebih aktif mendaur ulang pakaian dan memilih produk yang ramah lingkungan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kapal Kontainer Milik Perusahaan Jepang Rusak di Teluk Persia di Tengah Konflik AS–Israel dan Iran

12 March 2026 - 08:18 WIB

Dua Pendaki Asing Jatuh di Gunung Fuji Saat Musim Pendakian Ditutup, Satu Alami Luka Serius

11 March 2026 - 15:10 WIB

JR East Kembangkan Peredam Khusus untuk Kurangi Risiko Kereta Shinkansen Anjlok Saat Gempa

11 March 2026 - 10:10 WIB

Menteri Jepang Minta Maaf Setelah Terlambat 5 Menit Saat Menuju Rapat Kabinet

11 March 2026 - 07:39 WIB

Survei Pemerintah Jepang: 40% Guru SMP Bekerja Lembur Melebihi Batas Hukum

10 March 2026 - 18:00 WIB

Trending on News