Menu

Dark Mode
Kenapa Banyak Orang Indonesia Sakit Saat Winter di Jepang? Bandai Spirits Umumkan Model Kit Patlabor EZY, Anime Baru Debut dalam Format Film Mulai Mei 2026 Kosakata Jepang Saat Mau Bilang “Mungkin Lain Kali” GAME FREAK Umumkan Beast of Reincarnation, Action RPG Berlatar Jepang Pasca-Apokaliptik, Rilis Musim Panas Ini Pria Ditangkap Karena Diduga Membunuh Mantan Pacar Hamil di Ibaraki Nintendo Umumkan Super Mario Bros. Wonder Nintendo Switch 2 Edition, Rilis 26 Maret dengan Karakter dan Mode Baru

News

Jepang Targetkan Pangkas Limbah Pakaian 25 Persen pada 2030

badge-check


					Jepang Targetkan Pangkas Limbah Pakaian 25 Persen pada 2030 Perbesar

Pemerintah Jepang menargetkan pengurangan limbah pakaian hingga 25 persen pada tahun fiskal 2030 dibandingkan dengan satu dekade sebelumnya. Langkah ini diambil untuk menekan dampak lingkungan dari industri garmen yang menghasilkan emisi karbon dioksida dalam jumlah besar.

Upaya mendorong penggunaan ulang dan daur ulang pakaian ini muncul di tengah meningkatnya masalah limbah tekstil secara global. Menurut Program Pembangunan PBB (UNDP), industri fesyen menghasilkan sekitar 92 juta ton limbah tekstil setiap tahun di seluruh dunia. Sektor ini juga menyumbang sekitar 10 persen dari total emisi karbon global, sebagaimana disampaikan lembaga PBB yang berbasis di New York pada Maret lalu.

Berdasarkan rencana aksi baru yang akan disusun paling lambat Maret, pemerintah Jepang akan memperluas kebijakan penggunaan ulang dan daur ulang pakaian dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan rumah tangga. Tujuannya adalah membangun sistem bersama untuk menekan limbah tekstil secara menyeluruh.

Laporan Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menunjukkan bahwa pada 2024, sekitar 820.000 ton pakaian baru dipasok ke pasar domestik, dengan sebagian besar berasal dari impor. Proses pewarnaan dan transportasi pakaian tersebut diperkirakan menghabiskan 8,38 miliar meter kubik air per tahun serta menghasilkan sekitar 95 juta ton emisi CO₂.

Sementara itu, keterbatasan jalur penjualan pakaian bekas dan daur ulang menjadi bahan tekstil baru menyebabkan sekitar 560.000 ton pakaian dibakar atau dibuang ke tempat pembuangan akhir pada 2024. Sekitar 90 persen limbah tersebut berasal dari rumah tangga.

Untuk mendorong konsep “fesyen sirkular” yang lebih ramah lingkungan, rencana baru ini akan menetapkan lima inisiatif utama, termasuk penguatan sistem pengumpulan pakaian bekas, perluasan penggunaan ulang, serta upaya memperpanjang usia pakai produk.

Langkah konkret akan dirancang untuk pemerintah pusat dan daerah, perusahaan, serta masyarakat. Pemerintah daerah akan didorong untuk meningkatkan tingkat pengumpulan pakaian bekas dan mempermudah akses pakaian layak pakai bagi warga yang membutuhkan. Perusahaan fesyen diminta merancang produk yang lebih mudah diperbaiki dan digunakan kembali, sementara masyarakat diimbau lebih aktif mendaur ulang pakaian dan memilih produk yang ramah lingkungan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pria Ditangkap Karena Diduga Membunuh Mantan Pacar Hamil di Ibaraki

23 January 2026 - 15:10 WIB

Siswa Kejuruan Asal Indonesia Ditangkap Polisi Takamatsu, Jepang atas Dugaan Pemerkosaan

23 January 2026 - 12:10 WIB

Rencana Pemotongan Pajak Makanan PM Sanae Takaichi Picu Kekhawatiran Menurunnya Pendapatan Negara Jepang

23 January 2026 - 10:10 WIB

Kereta Shinkansen Tambahan Beroperasi Setelah Penerbangan Dibatalkan Akibat Salju Tebal

23 January 2026 - 07:10 WIB

Jepang untuk Pertama Kalinya Beri Dukungan Pengisian Bahan Bakar Pesawat Militer Korea Selatan, Sinyal Menguatnya Kerja Sama Pertahanan

22 January 2026 - 14:10 WIB

Trending on News