Menu

Dark Mode
Rispek King! 5 Peserta Magang Indonesia Terima Penghargaan Usai Selamatkan Lansia di Jepang Dua Perempuan dan Satu Pria Tewas di Hikone, Jepang! Polisi Selidiki Dugaan Bunuh Diri Bersama Polisi Ibaraki Tangkap 23 WNA Ilegal, 19 Diantaranya Warga Indonesia Setelah 70 Tahun, Jepang Pertimbangkan Aturan Sanksi untuk Pria Hidung Belang Didorong Lansia, Perempuan, dan Pekerja Asing, Angkatan Kerja Jepang Catat Rekor 70 Juta Orang pada 2025 Adaptasi Anime Saijō no Osewa Siap Mengudara Juli 2026

Teknologi

JR Central Uji Coba Sistem AI untuk Analisis Penumpang di Shinkansen Tokaido, Picu Perdebatan Privasi

badge-check


					JR Central Uji Coba Sistem AI untuk Analisis Penumpang di Shinkansen Tokaido, Picu Perdebatan Privasi Perbesar

Perusahaan kereta JR Central (Central Japan Railway Co.) mengumumkan rencana uji coba penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis rekaman kamera keamanan di kereta peluru Shinkansen rute Tokaido pada bulan November mendatang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan layanan dan efisiensi operasional bagi para penumpang.

Menurut JR Central, uji coba akan berlangsung selama dua minggu, dari 1 hingga 14 November, dan mencakup seluruh jalur antara Tokyo dan Shin-Osaka. Setiap rangkaian kereta model N700S yang digunakan dalam tes akan dilengkapi enam kamera di gerbong 1, 6, dan 8.

Melalui kerja sama dengan Mitsubishi Electric Corp., sistem AI akan menganalisis gambar tubuh penuh penumpang, termasuk wajah, untuk mengidentifikasi atribut seperti jenis kelamin, kelompok usia, tujuan perjalanan, hingga apakah penumpang merupakan turis asing. Data ini diklaim akan membantu perusahaan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan penumpang.

Namun, meski informasi mengenai uji coba telah dipublikasikan di situs resmi JR Central sejak 30 September, perusahaan belum mengeluarkan siaran pers resmi, yang memunculkan perdebatan publik terkait transparansi dan privasi.

JR Central menegaskan bahwa proyek ini mematuhi hukum dan pedoman nasional yang berlaku, serta menyatakan bahwa data rekaman hanya akan digunakan untuk uji coba dan akan segera dihapus setelahnya.

“Kami akan menangani rekaman sesuai dengan panduan dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri serta Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, dan telah memberikan pemberitahuan yang luas sebelumnya, sehingga tidak ada masalah,” ujar perwakilan JR Central.

Untuk penumpang yang tidak ingin direkam, JR Central menyarankan agar menghindari gerbong 1, 6, dan 8 selama periode uji coba. Perusahaan juga menyatakan akan menerima permintaan penghapusan rekaman bagi mereka yang terlanjur duduk di gerbong yang dipantau.

Uji coba ini menandai langkah baru dalam pemanfaatan teknologi AI di sektor transportasi Jepang, namun juga menimbulkan diskusi hangat tentang batas antara peningkatan layanan dan perlindungan privasi penumpang.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Honda N-Box Kembali Jadi Mobil Terlaris di Jepang 2025, Empat Tahun Berturut-turut Pertahankan Posisi Puncak

22 January 2026 - 15:10 WIB

ANA Holdings Pertimbangkan Layanan Pengiriman Drone Otomatis Mulai 2029

10 January 2026 - 16:10 WIB

Jepang Akan Operasikan Kapal Feri Penumpang Pertama di Dunia dengan Teknologi Navigasi Otonom

12 December 2025 - 12:10 WIB

Jepang Siap Luncurkan Satelit Baru untuk Sempurnakan Sistem Navigasi Sendiri

11 December 2025 - 15:10 WIB

Isuzu Akan Uji Coba Truk Otonom untuk Angkut Suku Cadang di Jalan Umum

11 December 2025 - 11:10 WIB

Trending on Teknologi