Menu

Dark Mode
Kota Urayasu Jepang Berencana Gratiskan Biaya Day Care Anak di Bawah 3 Tahun Edo-Tokyo Museum Akan Dibuka Kembali 31 Maret Setelah Renovasi Besar Hanya Sekitar 20 Persen Pengguna Internet di Jepang Pernah Memakai AI, Kesenjangan Penggunaan Mulai Terlihat JR East Tambah Teknisi dan Anggaran Perawatan Usai Gangguan Layanan Beruntun Tips Menghindari Nyeri Kaki Saat Traveling di Jepang Netflix Rilis Trailer Musim Kedua Live-Action One Piece, Tayang 10 Maret

News

JR East Tambah Teknisi dan Anggaran Perawatan Usai Gangguan Layanan Beruntun

badge-check


					JR East Tambah Teknisi dan Anggaran Perawatan Usai Gangguan Layanan Beruntun Perbesar

Presiden East Japan Railway Co. (JR East), Yoichi Kise, mengatakan perusahaan akan menambah jumlah staf teknis dan meningkatkan anggaran perawatan guna mencegah terulangnya gangguan layanan seperti yang terjadi pada Jalur Yamanote dan Joban pada Januari lalu, serta dua jalur lainnya pada awal bulan ini.

JR East mengumumkan akan merekrut sekitar 150 pegawai teknis tambahan mulai tahun fiskal 2027. Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian gangguan operasional berdampak pada sekitar 1,12 juta penumpang dan memicu peringatan administratif dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang.

Kise mengakui bahwa gangguan tersebut telah “merusak kepercayaan banyak pelanggan.” Ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan menegaskan bahwa insiden ini merupakan masalah serius yang menyangkut fondasi manajemen perusahaan.

Selain penambahan tenaga kerja, JR East juga berencana meningkatkan belanja perbaikan dan pemeliharaan peralatan. Sebelumnya, perusahaan memangkas sekitar 80 miliar yen untuk biaya perawatan antara tahun fiskal 2020 hingga 2022, seiring penurunan aktivitas akibat pandemi COVID-19.

Perusahaan menyatakan akan memperketat prosedur pemeriksaan ganda pada pekerjaan-pekerjaan krusial, serta memperbaiki kondisi kerja bagi karyawan dan perusahaan grupnya. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah memindahkan sebagian pekerjaan konstruksi ke jam siang hari untuk mengurangi risiko kesalahan.

Gangguan besar pertama terjadi pada 16 Januari, ketika kesalahan manusia menyebabkan pemadaman listrik yang menghentikan layanan Jalur Yamanote, jalur melingkar utama di Tokyo. Sementara itu, gangguan pada Jalur Joban pada 30 Januari disebabkan oleh kabel listrik udara yang terputus. Jalur Joban menghubungkan Tokyo dengan Prefektur Miyagi.

Pada awal bulan ini, asap juga dilaporkan muncul di Stasiun Hatchobori pada Jalur Keiyo, serta insiden terputusnya kabel listrik udara di Jalur Utsunomiya yang menghubungkan Tokyo dengan Prefektur Tochigi.

Serangkaian insiden tersebut menyoroti tantangan besar yang dihadapi operator kereta api terbesar di kawasan Tokyo dalam menjaga stabilitas layanan, terutama setelah periode penghematan besar-besaran selama pandemi.

 Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kota Urayasu Jepang Berencana Gratiskan Biaya Day Care Anak di Bawah 3 Tahun

12 February 2026 - 12:10 WIB

Edo-Tokyo Museum Akan Dibuka Kembali 31 Maret Setelah Renovasi Besar

12 February 2026 - 11:10 WIB

Pria Tertua di Jepang, Kiyotaka Mizuno, Wafat di Usia 111 Tahun

11 February 2026 - 15:10 WIB

Bolehkah Menolak Tukar Kursi di Shinkansen? Ini Sikap Resmi JR Jepang

11 February 2026 - 15:10 WIB

Menang Telak di Pemilu, PM Jepang Sanae Takaichi Balas Ucapan Selamat dari Donald Trump dan Pemimpin Dunia

11 February 2026 - 13:10 WIB

Trending on News