Menu

Dark Mode
Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

Teknologi

Hanya Sekitar 20 Persen Pengguna Internet di Jepang Pernah Memakai AI, Kesenjangan Penggunaan Mulai Terlihat

badge-check


					Hanya Sekitar 20 Persen Pengguna Internet di Jepang Pernah Memakai AI, Kesenjangan Penggunaan Mulai Terlihat Perbesar

Hanya sekitar 20 persen orang dewasa pengguna internet di Jepang yang pernah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam setahun terakhir. Temuan ini muncul dalam studi terbaru yang menunjukkan lambatnya adopsi AI di Jepang dibandingkan negara-negara lain.

Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Universitas Chiba melalui survei daring pada Januari 2025. Studi ini juga untuk pertama kalinya mengungkap adanya “AI divide” di Jepang, yakni kesenjangan penggunaan AI berdasarkan usia, gender, dan lingkungan tempat tinggal.

Dari total 13.367 responden, sebanyak 2.847 orang atau 21,3 persen mengaku pernah menggunakan layanan AI seperti ChatGPT, Copilot, atau Gemini dalam satu tahun terakhir. Angka ini sejalan dengan survei pemerintah pada tahun fiskal 2024 yang mencatat tingkat pengalaman penggunaan AI di Jepang sebesar 26,7 persen, namun masih jauh tertinggal dibandingkan China yang mencapai 81,2 persen, Amerika Serikat 68,6 persen, dan Jerman 59,2 persen.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Telematics and Informatics itu menunjukkan bahwa tingkat penggunaan AI di kalangan pria hampir dua kali lipat dibandingkan perempuan. Selain itu, kelompok usia 18 hingga 54 tahun tercatat menggunakan AI sekitar 1,4 hingga 1,7 kali lebih sering dibandingkan mereka yang berusia 75 tahun ke atas.

Penggunaan AI juga lebih banyak ditemukan di kalangan pelajar, individu dengan tingkat pendidikan tinggi, serta mereka yang memiliki karakter kepribadian tertentu, seperti keterbukaan terhadap hal baru. Sementara itu, sekitar 40 persen responden yang tidak menggunakan AI menyatakan bahwa mereka tidak merasa membutuhkan teknologi tersebut.

Alasan ketidaktertarikan terhadap AI berbeda antar generasi. Responden yang lebih muda cenderung menilai layanan AI yang tersedia belum cukup menarik, sedangkan kelompok usia menengah dan lanjut usia lebih sering mengaku tidak memahami cara menggunakan teknologi tersebut. Kelompok usia yang lebih tua juga banyak menyebut kekhawatiran terhadap keamanan serta lingkungan penggunaan yang tidak mendukung.

Atsushi Nakagomi, dosen asosiasi Universitas Chiba yang memimpin tim penelitian, mengatakan bahwa alasan tidak menggunakan AI sangat dipengaruhi oleh generasi dan tingkat literasi digital. Ia memperingatkan bahwa seiring meluasnya penggunaan AI, dibutuhkan teknologi yang lebih ramah pengguna agar dapat berinteraksi dengan masyarakat secara lebih luas. Tanpa itu, kesenjangan dalam peluang belajar, produktivitas, dan akses informasi berpotensi semakin melebar.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Operasikan Taksi Mini Berbahan Bakar Gas Pertama

3 July 2026 - 07:11 WIB

AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

26 June 2026 - 16:10 WIB

Lembaga Anilis Audio Jepang Ciptakan Musik Pengantar Tidur Bayi, Ditonton Jutaan Kali

22 June 2026 - 10:10 WIB

Nissan Luncurkan Kicks Baru di Jepang, Andalkan Teknologi Hybrid Generasi Terbaru

18 June 2026 - 12:10 WIB

JR East Luncurkan Kereta Tidur Mewah “Luna Azul”, Bisa Tidur di Tokyo dan Bangun di Aomori

13 June 2026 - 18:10 WIB

Trending on Teknologi