Menu

Dark Mode
Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040 Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun

News

Jumlah Manajer Perempuan di Jepang Naik Tipis, Masih Jauh dari Target Pemerintah

badge-check


					Jumlah Manajer Perempuan di Jepang Naik Tipis, Masih Jauh dari Target Pemerintah Perbesar

Sebuah survei terhadap 26.196 perusahaan di seluruh Jepang yang dilakukan pada Juli 2025 oleh Teikoku Databank menemukan bahwa proporsi manajer perempuan naik tipis sebesar 0,2 poin persentase dibanding tahun sebelumnya, menjadi 11,1%. Angka ini masih jauh dari target pemerintah yang menargetkan setidaknya 30% posisi kepemimpinan diisi perempuan pada dekade 2020-an. Perusahaan dengan seluruh manajer laki-laki masih mendominasi, mencapai 42,3% dari total.

Sementara itu, proporsi eksekutif perempuan juga menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,3 poin menjadi 13,8%. Namun, di 52,1% perusahaan, semua posisi eksekutif masih diisi laki-laki.

Sebanyak 31,8% perusahaan memperkirakan proporsi manajer perempuan akan meningkat. Angka ini melonjak hingga 72,7% untuk perusahaan dengan lebih dari 1.000 karyawan. Perusahaan besar menghadapi tekanan lebih besar karena diwajibkan membuat rencana aksi dan mengungkap data terkait isu ini.

Di sisi lain, hanya 13,0% perusahaan secara keseluruhan yang memperkirakan proporsi direktur perempuan akan naik.

Pemerintah juga menetapkan target proporsi eksekutif perempuan di perusahaan yang terdaftar di pasar utama Bursa Efek Tokyo sebesar 19% pada 2025 dan 30% pada 2030. Karena alasan ini, 32,7% perusahaan yang terdaftar di bursa utama memperkirakan adanya peningkatan jumlah eksekutif perempuan—lebih dari 20 poin persentase lebih tinggi dibanding rata-rata keseluruhan.

Langkah utama yang digunakan perusahaan untuk mendorong kemajuan karyawan perempuan adalah “evaluasi kinerja netral gender” (61,9%), diikuti “penugasan dan promosi kerja netral gender” (51,5%), serta “mempermudah perempuan mengambil cuti melahirkan dan merawat anggota keluarga” (34,1%). Sementara itu, 19,8% perusahaan kini juga menerapkan kebijakan pemerintah untuk “mendorong laki-laki mengambil cuti merawat anak dan keluarga,” naik 2,3 poin dibanding tahun sebelumnya.

Sc : nippon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

19 February 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center

19 February 2026 - 13:10 WIB

PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun

19 February 2026 - 11:10 WIB

Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan

19 February 2026 - 10:10 WIB

Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040

19 February 2026 - 09:36 WIB

Trending on News