Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Jepang terus menunjukkan tren peningkatan signifikan. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, jumlah WNI di Jepang melonjak hingga 37,2 persen dan kini mencapai 230.689 orang per Juni 2025.
Data tersebut menunjukkan bahwa WNI kini tersebar di berbagai prefektur di seluruh Jepang, dengan konsentrasi terbesar berada di Aichi, Tokyo, Osaka, Saitama, dan Chiba. Prefektur Aichi tercatat sebagai wilayah dengan jumlah WNI terbanyak, disusul Tokyo dan Osaka, yang selama ini dikenal sebagai pusat industri, pendidikan, dan peluang kerja bagi warga asing.
Pertumbuhan jumlah WNI ini mencerminkan semakin kuatnya mobilitas masyarakat Indonesia ke Jepang. WNI hadir dalam berbagai peran, mulai dari pelajar, pekerja sektor industri dan layanan, perawat lansia (kaigo), peneliti, seniman, hingga pelaku usaha. Keberadaan mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Jepang sehari-hari.
Di balik angka pertumbuhan tersebut, tersimpan cerita tentang kerja keras, adaptasi, dan kontribusi nyata warga Indonesia di negeri Sakura. Interaksi yang terjalin di tempat kerja, kampus, lingkungan tempat tinggal, hingga komunitas lokal memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara atau people to people connection yang menjadi fondasi penting hubungan Indonesia–Jepang.
Namun, meningkatnya jumlah WNI di Jepang juga membawa tanggung jawab besar. Setiap WNI yang tinggal di Jepang secara tidak langsung memikul peran sebagai Duta Bangsa, yang mencerminkan citra Indonesia di mata masyarakat setempat. Oleh karena itu, penting bagi seluruh WNI untuk terus menjaga sikap, menghormati norma dan adat istiadat lokal, serta mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku.
Pertumbuhan ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari hubungan Indonesia–Jepang yang semakin erat melalui kehadiran dan kontribusi langsung warganya di berbagai penjuru Jepang. Ke depan, keberadaan WNI di Jepang diharapkan tidak hanya terus bertambah secara kuantitas, tetapi juga semakin kuat dari sisi kualitas dan kontribusinya.
Sc : KBRI








