Menu

Dark Mode
Valentine di Jepang Kian Sepi? Semakin Banyak Perempuan Pilih Tak Beli Cokelat karena Harga Makin Mahal Kosakata Jepang untuk Biaya & Asuransi Toyota Ganti CEO Secara Mengejutkan di Tengah Gejolak Industri Otomotif Global Falcom Umumkan Kyoto Xanadu, Game Action RPG Baru untuk Nintendo Switch 2 dan Switch Manga Blue Exorcist Hiatus Mulai Maret, Bersiap Menuju Bab Terakhir Festival Sakura Ikonik dengan Latar Gunung Fuji Dibatalkan Akibat Overtourism

News

Kampanye Anti-Masjid Diseret ke Arena Politik Jepang, Picu Tuduhan Xenofobia

badge-check


					People carry messages against discrimination in Fujisawa, Kanagawa Prefecture, near Tokyo, on Jan. 29, 2026. Perbesar

People carry messages against discrimination in Fujisawa, Kanagawa Prefecture, near Tokyo, on Jan. 29, 2026.

Sebuah kelompok politik pinggiran di daerah pemilihan dekat Tokyo berupaya menjadikan rencana pembangunan masjid sebagai isu utama dalam pemilu nasional Jepang yang digelar Minggu ini. Langkah tersebut menuai kritik dari warga yang menilai retorika tersebut memicu xenofobia, hingga mendorong mereka berkampanye untuk menggagalkan kandidat terkait.

Pada 29 Januari, Susumu Kikutake (53), kandidat independen pendatang baru, menyerukan penolakan pembangunan masjid yang direncanakan di Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa, dalam pidatonya di depan Stasiun JR Fujisawa.

Dukungan datang dari Nobuyuki Suzuki, anggota majelis distrik Katsushika, Tokyo, yang mengatakan kepada massa,

“Tidak masalah jika wisatawan asing datang berkunjung, tetapi menjadi masalah jika mereka menetap.”

Pernyataan tersebut langsung menuai reaksi. Aktivis anti-ujaran kebencian turun ke jalan hampir setiap hari untuk menentang kampanye tersebut.

Pada malam hari yang sama, sekelompok warga berkumpul di depan Stasiun Shonandai, Fujisawa, menyerukan kepada pejalan kaki bahwa klaim pembangunan masjid akan memperburuk keamanan publik adalah disinformasi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak memilih kandidat yang menyebarkan diskriminasi.

Seorang perempuan berusia 72 tahun asal Yokohama yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan,

“Bagi warga asing, pasti sangat menakutkan mendengar xenofobia dipromosikan secara terbuka dalam kampanye pemilu. Sebagai orang Jepang, saya ingin menentangnya.”

Di daerah pemilihan Kanagawa distrik ke-12, kandidat lain yang bertarung adalah Tomoko Abe (77) yang didukung Aliansi Reformasi Sentris, Tsuneo Numakami (67) dari Partai Komunis Jepang, serta Tsuyoshi Hoshino (62) yang didukung Partai Demokrat Liberal (LDP) berkuasa.
Namun, ketiga kandidat tersebut tidak menjadikan isu masjid sebagai fokus utama kampanye mereka.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Valentine di Jepang Kian Sepi? Semakin Banyak Perempuan Pilih Tak Beli Cokelat karena Harga Makin Mahal

10 February 2026 - 10:10 WIB

Toyota Ganti CEO Secara Mengejutkan di Tengah Gejolak Industri Otomotif Global

9 February 2026 - 18:10 WIB

Festival Sakura Ikonik dengan Latar Gunung Fuji Dibatalkan Akibat Overtourism

9 February 2026 - 14:10 WIB

Pemilu Jepang Dimulai, PM Sanae Takaichi Bidik Kemenangan Besar

9 February 2026 - 10:10 WIB

Square Enix Umumkan Game HD-2D Baru “The Adventures of Elliot”, Rilis 18 Juni

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on News