Menu

Dark Mode
Jun Matsumoto Resmi Bergabung di Live-Action Chiruran: Shinsengumi Requiem, Tayang Maret Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini Kata Jepang di Konbini yang Sering Bikin Orang Asing Bingung Anime Orisinal Candy Caries Ungkap Teaser Kedua, Daftar Pengisi Suara, dan Jadwal Tayang April Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

News

Kantor Pemerintah di Jepang Gunakan Karakter AI untuk Layani Warga dan Kurangi Beban Pegawai

badge-check


					Masaharu Sugawara, a local government official of Ichinoseki, Iwate Prefecture, uses an artificial intelligence-powered terminal in a demonstration on Aug. 4, 2025, at the city's office. (Kyodo) Perbesar

Masaharu Sugawara, a local government official of Ichinoseki, Iwate Prefecture, uses an artificial intelligence-powered terminal in a demonstration on Aug. 4, 2025, at the city's office. (Kyodo)

Sebuah terminal bertenaga kecerdasan buatan (AI) telah diperkenalkan di kantor pemerintahan kota di timur laut Jepang untuk memenuhi kebutuhan warga, termasuk membantu mereka mengisi dokumen, guna meningkatkan layanan publik sekaligus meringankan beban kerja pegawai.

Di Balai Kota Ichinoseki, Prefektur Iwate, pengunjung dapat berbicara dengan perangkat tersebut. Sosok karakter perempuan muncul di layar dan merespons dengan memberikan arahan, seperti ke bagian mana mereka harus pergi atau membantu dalam pengisian formulir aplikasi.

Dengan memindai kartu identitas seperti SIM atau kartu My Number, nama dan alamat pemohon otomatis terisi di formulir.

Pejabat Ichinoseki mengatakan kota tersebut memutuskan menggunakan sistem yang dikembangkan oleh EasyDialog G.K., penyedia chatbot AI generatif yang berbasis di Yokohama, karena seringkali pegawai terlalu sibuk untuk melayani warga secara maksimal.

Pemerintah kota berencana mengganti seluruh loket manual dengan terminal AI ini, meski tantangan tersisa adalah bagaimana melayani warga lanjut usia yang tidak terbiasa dengan teknologi digital.

“Seperti halnya kasir swalayan yang kini sudah umum dalam kehidupan sehari-hari, kami akan berusaha agar warga terbiasa dengan loket AI ini sehingga bisa digunakan secara luas,” kata Masaharu Sugawara, pejabat Ichinoseki yang bertanggung jawab atas digitalisasi layanan administrasi.

EasyDialog mengatakan perangkat ini terhubung dengan basis pengetahuan milik Ichinoseki, mencakup lebih dari 7.000 halaman web, sehingga dapat merespons permintaan dengan tepat.

Menurut perusahaan, ini adalah “sistem terintegrasi penuh yang tidak hanya memberikan informasi tetapi juga mampu melakukan tindakan nyata: mulai dari pengenalan wajah, pemindaian identitas, hingga pemrosesan formulir secara otomatis.”

Sc : kyodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

19 February 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center

19 February 2026 - 13:10 WIB

PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun

19 February 2026 - 11:10 WIB

Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan

19 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on News