Menu

Dark Mode
20 Orang Terjebak di Lift Tokyo Skytree Lebih dari 5 Jam, Menara Ditutup Sementara Manga Balas Dendam Smiling Nemesis Resmi Tamat Maret Ini, Tinggal Satu Chapter Lagi Drummer LUNA SEA, Shinya, Meninggal Dunia di Usia 56 Tahun Setelah Berjuang Melawan Kanker 23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang Prefektur Mie Siapkan Denda hingga Rp50 Juta bagi Pelanggan yang Melecehkan Pegawai Toko dan Restoran Jepang Perluas Barang Bekas: Targetkan Pasar Rp460 Triliun demi Bumi Lebih Sehat

News

Kasus Campak di Bandara Kansai: Warga Diminta Waspada, Pasien Memiliki Riwayat Perjalanan ke Vietnam

badge-check


					Kasus Campak di Bandara Kansai: Warga Diminta Waspada, Pasien Memiliki Riwayat Perjalanan ke Vietnam Perbesar

Pemerintah Prefektur Osaka mengumumkan bahwa pada 21 Februari, mereka menerima laporan kasus campak (measles) kedua yang terjadi di wilayah tersebut tahun ini.

Menurut pihak berwenang, pasien yang terinfeksi adalah seorang wanita berusia 20-an yang tinggal di Prefektur Aichi. Sejak 14 Februari, ia mengalami gejala seperti demam, ruam, batuk, dan radang usus, dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Wanita tersebut telah menerima dua dosis vaksin campak, tetapi memiliki riwayat perjalanan ke Vietnam sebelum mengalami gejala.

Berikut adalah daftar lokasi dan waktu di mana pasien mungkin telah melakukan kontak dengan banyak orang sebelum diagnosisnya dikonfirmasi:

  • 14 Februari, pukul 12.00–15.30
    → Bus ekspres yang disediakan oleh maskapai penerbangan, rute Stasiun Nagoya ke Bandara Kansai
  • 14 Februari, pukul 15.30–18.00
    → Terminal 1 Bandara Kansai
  • 21 Februari, pukul 16.00–18.00
    → Terminal 1 Bandara Kansai
  • 21 Februari, pukul 22.30 – 22 Februari, pukul 12.00
    Hatago Inn Kansai Airport, penginapan di Izumisano City

Pemerintah Osaka menjelaskan bahwa masa inkubasi campak berkisar antara 10 hingga 12 hari (maksimal 21 hari). Orang yang telah melakukan kontak dengan pasien perlu memantau kondisinya selama tiga minggu setelah kontak terakhir.

Mereka yang mengunjungi lokasi-lokasi tersebut pada waktu yang disebutkan dan mengalami gejala seperti demam atau ruam sebelum 15 Maret diminta untuk:
Menghubungi fasilitas medis terlebih dahulu sebelum berkunjung.
Memakai masker saat pergi ke fasilitas kesehatan.
Menghindari transportasi umum saat menuju rumah sakit.

Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap waspada dan segera mencari bantuan medis jika mengalami gejala yang mencurigakan.

Sc : MBS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

20 Orang Terjebak di Lift Tokyo Skytree Lebih dari 5 Jam, Menara Ditutup Sementara

24 February 2026 - 06:24 WIB

23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang

23 February 2026 - 14:10 WIB

Prefektur Mie Siapkan Denda hingga Rp50 Juta bagi Pelanggan yang Melecehkan Pegawai Toko dan Restoran

23 February 2026 - 11:10 WIB

Jepang Perluas Barang Bekas: Targetkan Pasar Rp460 Triliun demi Bumi Lebih Sehat

23 February 2026 - 10:10 WIB

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Trending on News