Pemerintah Prefektur Hokkaido pada Rabu melaporkan kasus pertama flu burung di Jepang untuk musim ini, setelah terdeteksi adanya virus flu burung patogenik tinggi di sebuah peternakan unggas di kota Shiraoi.
Pemerintah Hokkaido telah memulai proses pemusnahan sekitar 459.000 ekor ayam petelur di peternakan tersebut, serta memberlakukan larangan pengangkutan 620.000 ekor ayam di empat peternakan unggas lain dalam radius 10 kilometer dari lokasi kejadian.
Pemerintah pusat menggelar rapat antarmenteri di Tokyo pada Rabu pagi untuk memastikan kerja sama erat antarinstansi dalam menangani situasi ini.
“Ini adalah musim keenam berturut-turut terjadinya wabah. Setiap musim, penyakit ini mulai menyebar luas sekitar waktu seperti sekarang,” ujar Kepala Sekretaris Kabinet Minoru Kihara, sambil menekankan pentingnya kewaspadaan.
Sebelum rapat tersebut, Menteri Pertanian Norikazu Suzuki mengatakan di markas pengendalian penyakit kementeriannya, “Kita berada dalam situasi di mana kemungkinan kasus infeksi lebih lanjut dapat terjadi di mana saja di seluruh negeri.”
“Kami meminta agar semua langkah pencegahan yang mungkin dilakukan segera diterapkan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,” tambahnya.
Menurut pemerintah Hokkaido, ayam yang dimusnahkan itu mencakup sekitar 8% dari total ayam petelur yang dipelihara di wilayah tersebut. Pemerintah daerah juga mengadakan rapat satuan tugas di kantor pusatnya.
Sebelum rapat itu, Gubernur Hokkaido Naomichi Suzuki melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menteri Pertanian. “Kami telah memastikan untuk bekerja sama secara erat,” ujar gubernur.
Sekitar 120 orang, termasuk pejabat pemerintah Hokkaido dan staf perusahaan swasta, akan terlibat dalam proses pemusnahan ayam serta kegiatan pembersihan dan disinfeksi. Langkah-langkah pengendalian infeksi, termasuk pembatasan dalam radius 10 kilometer, diperkirakan akan berakhir pada akhir November.
Sc : JT







