Otoritas Jepang menyelidiki 7.120 orang atas kasus terkait ganja sepanjang 2025, jumlah tertinggi yang pernah tercatat dan meningkat 12 persen dibanding tahun sebelumnya.
Data Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang menunjukkan bahwa 72 persen dari mereka yang diselidiki, atau sekitar 5.151 orang, berusia di bawah 30 tahun. Angka tersebut juga menjadi rekor baru.
Menteri Kesehatan Jepang, Kenichiro Ueno, mengatakan pemerintah akan memperkuat kerja sama dengan berbagai negara untuk menangani peredaran narkoba.
“Kami ingin bekerja sama erat dengan lembaga terkait di luar negeri dan mendorong langkah-langkah penanggulangan narkoba secara menyeluruh,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah kasus narkoba di Jepang mencapai 15.186 kasus pada 2025, naik 8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Untuk tahun ketiga berturut-turut, jumlah kasus ganja kembali melampaui kasus narkoba jenis stimulan, yang tercatat sebanyak 6.575 kasus.
Sementara itu, barang bukti yang berhasil disita sepanjang tahun 2025 meliputi:
- 1.535,1 kg produk ganja (naik 239 persen)
- 1.687,6 kg narkoba jenis stimulan (naik 14 persen)
- 248,8 kg kokain (turun 17 persen)
- 311.532 butir narkoba sintetis seperti MDMA (naik 33 persen)
Selain itu, aparat juga menyelidiki 644 orang dalam kasus penyelundupan narkoba, meningkat 35 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sc : KN








