Menu

Dark Mode
Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026 Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang Honda Luncurkan Motor Listrik Murah yang Bisa Dikendarai dengan SIM Moped Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang Anime The Villager of Level 999 Rilis PV Perdana, Tayang Juli 2026 Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

News

Kematian Manajer 7-Eleven yang Bunuh Diri Ditetapkan Sebagai Kecelakaan Kerja

badge-check

Oita – Seorang manajer 7-Eleven di Prefektur Oita yang bunuh diri pada Juli 2022 setelah bekerja tanpa hari libur selama enam bulan berturut-turut secara resmi ditetapkan sebagai korban kecelakaan kerja. Keputusan ini dikeluarkan pada 6 November 2024 oleh otoritas terkait.

Pria berusia 38 tahun itu meninggalkan catatan yang mengungkapkan penderitaannya: “Bekerja berjam-jam tanpa istirahat sudah menjadi norma,” tulisnya. “Menjadi manajer minimarket berarti diperas.” Catatan itu juga berisi permintaan maaf untuk istri dan tiga anaknya, termasuk seorang bayi.

Kasus ini mengungkap kondisi kerja yang keras di industri minimarket Jepang. Sejak ditugaskan sebagai manajer toko baru pada 2019, beban kerjanya meningkat drastis. Ia harus mengatur stok, menyusun jadwal shift, sekaligus menggantikan karyawan yang absen mendadak. Catatan menunjukkan ia hampir tidak pernah mengambil hari libur sejak menikah pada Maret 2021.

Kantor standar tenaga kerja setempat menemukan bahwa korban menderita depresi berat sehari sebelum bunuh diri. Investigasi mengungkapkan ia benar-benar tidak mengambil hari libur selama enam bulan terakhir sebelum kematiannya. Penyebab utamanya adalah tuntutan untuk menjaga operasional toko 24 jam.

Keluarga almarhum menuntut Seven-Eleven Japan sebagai pemilik merek bertanggung jawab atas pengawasan waralaba. Namun perusahaan menyatakan hubungan kerja hanya terjalin dengan pemilik waralaba individual, dan mustahil bagi mereka untuk memantau 20.000 toko secara langsung.

Kasus ini menyoroti masalah sistemik di industri ritel Jepang. Survei Kementerian Tenaga Kerja 2019 menunjukkan hampir 30% pekerja minimarket waralaba mengaku bekerja hampir setiap hari tanpa istirahat yang memadai.

Sc ; asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Osaka Terima Donasi Tak Biasa: 21 Kilogram Emas untuk Perbaikan Sistem Air Kota

20 February 2026 - 14:10 WIB

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on News