Menu

Dark Mode
Jepang Kaji Penggunaan Robot Humanoid Ber-AI untuk Pertahanan Non-Tempur Korban Jiwa Topan Dujuan Naik Menjadi 7 Orang, 5 Masih Hilang Innalillahi, WNI 22 Tahun Meninggal dalam Kecelakaan Kerja di Fukuyama Jepang Demo Attack on Titan 3 di Tokyo Game Show 2026 Dua Orang Dikonfirmasi Tewas di Prefektur Chiba Usai Hujan Lebat Akibat Angin Topan Dujuan Topan Dujuan Mendekati Jepang Timur, Ganggu Transportasi dan Batalkan Acara di Tengah Libur Silver Week

Teknologi

Keren! Sebuah Game Latihan Otak Bikinan Peneliti di Jepang Bisa Cegah Demensia dan Pulihkan Frailty Pada Lansia

badge-check


					Keren! Sebuah Game Latihan Otak Bikinan Peneliti di Jepang Bisa Cegah Demensia dan Pulihkan Frailty Pada Lansia Perbesar

Sekelompok peneliti dari Institut Teknologi Nagoya (NITech) dan Universitas Aichi Sangyo telah mengembangkan sistem pelatihan otak inovatif yang bertujuan untuk mendeteksi dan membantu pemulihan dari kondisi frailty fisik dan mental—suatu kondisi yang dapat memprediksi demensia. Sistem ini menggunakan tekanan jari dan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba, meningkatkan perhatian dan daya ingat pada lansia.

Frailty, yang dapat dibagi menjadi fisik, psikologis, atau sosial, mengacu pada penurunan kesehatan yang meningkatkan risiko demensia.

Yoshifumi Morita, seorang profesor teknik elektro dan mekanik di NITech, bersama timnya meneliti hubungan erat antara otak dan ujung jari, yang disebut sebagai “otak kedua.” Mereka berhipotesis bahwa melatih kelincahan jari dapat merangsang otak dan membantu pemulihan dari frailty.

Perangkat ini digunakan dengan aplikasi permainan, di mana pemain menyesuaikan tekanan jari untuk menggerakkan karakter agar memakan bintang di layar. Permainan ini bertujuan untuk melatih ketangkasan tangan, yang berkaitan erat dengan fungsi otak.

Para peneliti menguji sistem ini pada 14 lansia sehat dari Tokai, Prefektur Aichi, yang diminta menggunakan sistem ini sekitar 10 menit setiap hari selama 30 hari. Semua peserta menunjukkan peningkatan pada daya ingat dan perhatian yang melemah karena penuaan.

“Kami berharap sistem ini dapat membantu mereka yang mengalami frailty psikologis untuk pulih dari kondisi tersebut,” ujar Morita.

Para peneliti juga bekerja sama dengan rumah sakit khusus rehabilitasi dan pusat medis untuk anak-anak dengan masalah perkembangan. Bersama institusi medis ini, mereka akan melanjutkan studi lanjutan untuk membantu memulihkan fungsi otak pada pasien dengan berbagai gejala terkait otak.

Morita dan timnya juga berencana mendirikan startup universitas di NITech pada akhir tahun fiskal ini agar proyek ini dapat berkembang secara komersial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi