Menu

Dark Mode
Ungkapan Jepang Khas Chat & Internet yang Sering Dipakai Nōkanshi: Profesi Sunyi yang Menjaga Martabat di Akhir Hayat di Jepang Ancaman China Dominasi Kekhawatiran Keamanan Publik Jepang Jepang Siapkan Aturan Royalti Musik Latar untuk Kafe dan Gym Hampir 1 dari 10 Anak Muda di Jepang Kini Berasal dari Warga Asing Godzilla Minus Zero Tayang November, Rilis Jepang dan AS Berlangsung di Minggu yang Sama

Teknologi

Keren! Sebuah Game Latihan Otak Bikinan Peneliti di Jepang Bisa Cegah Demensia dan Pulihkan Frailty Pada Lansia

badge-check


					Keren! Sebuah Game Latihan Otak Bikinan Peneliti di Jepang Bisa Cegah Demensia dan Pulihkan Frailty Pada Lansia Perbesar

Sekelompok peneliti dari Institut Teknologi Nagoya (NITech) dan Universitas Aichi Sangyo telah mengembangkan sistem pelatihan otak inovatif yang bertujuan untuk mendeteksi dan membantu pemulihan dari kondisi frailty fisik dan mental—suatu kondisi yang dapat memprediksi demensia. Sistem ini menggunakan tekanan jari dan telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji coba, meningkatkan perhatian dan daya ingat pada lansia.

Frailty, yang dapat dibagi menjadi fisik, psikologis, atau sosial, mengacu pada penurunan kesehatan yang meningkatkan risiko demensia.

Yoshifumi Morita, seorang profesor teknik elektro dan mekanik di NITech, bersama timnya meneliti hubungan erat antara otak dan ujung jari, yang disebut sebagai “otak kedua.” Mereka berhipotesis bahwa melatih kelincahan jari dapat merangsang otak dan membantu pemulihan dari frailty.

Perangkat ini digunakan dengan aplikasi permainan, di mana pemain menyesuaikan tekanan jari untuk menggerakkan karakter agar memakan bintang di layar. Permainan ini bertujuan untuk melatih ketangkasan tangan, yang berkaitan erat dengan fungsi otak.

Para peneliti menguji sistem ini pada 14 lansia sehat dari Tokai, Prefektur Aichi, yang diminta menggunakan sistem ini sekitar 10 menit setiap hari selama 30 hari. Semua peserta menunjukkan peningkatan pada daya ingat dan perhatian yang melemah karena penuaan.

“Kami berharap sistem ini dapat membantu mereka yang mengalami frailty psikologis untuk pulih dari kondisi tersebut,” ujar Morita.

Para peneliti juga bekerja sama dengan rumah sakit khusus rehabilitasi dan pusat medis untuk anak-anak dengan masalah perkembangan. Bersama institusi medis ini, mereka akan melanjutkan studi lanjutan untuk membantu memulihkan fungsi otak pada pasien dengan berbagai gejala terkait otak.

Morita dan timnya juga berencana mendirikan startup universitas di NITech pada akhir tahun fiskal ini agar proyek ini dapat berkembang secara komersial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

ANA Holdings Pertimbangkan Layanan Pengiriman Drone Otomatis Mulai 2029

10 January 2026 - 16:10 WIB

Jepang Akan Operasikan Kapal Feri Penumpang Pertama di Dunia dengan Teknologi Navigasi Otonom

12 December 2025 - 12:10 WIB

Jepang Siap Luncurkan Satelit Baru untuk Sempurnakan Sistem Navigasi Sendiri

11 December 2025 - 15:10 WIB

Isuzu Akan Uji Coba Truk Otonom untuk Angkut Suku Cadang di Jalan Umum

11 December 2025 - 11:10 WIB

Jepang Kembangkan Layanan Ride-Share Berbasis AI

8 December 2025 - 12:10 WIB

Trending on Teknologi