Festival animasi tahunan yang rencananya digelar tahun depan terpaksa ditunda, menurut pihak penyelenggara, di tengah memanasnya ketegangan diplomatik antara China dan Jepang setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan.
Penyelenggara Anime Festival Asia Hong Kong sebelumnya mengumumkan bahwa acara tersebut akan digelar pada 14–15 Februari. Festival ini sejatinya menjadi ajang comeback setelah vakum selama beberapa tahun akibat gelombang demonstrasi pro-demokrasi di Hong Kong pada 2019–2020 serta pandemi.
Namun, melalui unggahan di Instagram, pihak penyelenggara menyatakan bahwa mereka saat ini masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk menentukan ulang jadwal dan detail acara, tanpa menjelaskan secara spesifik alasan penundaan tersebut.
Di China sendiri, sejumlah konser dan acara hiburan Jepang belakangan ini dibatalkan secara mendadak. Hal ini terjadi setelah pernyataan Takaichi memicu reaksi keras dari Beijing.
Pada November lalu di parlemen, Takaichi menyebut bahwa serangan terhadap Taiwan yang diklaim China sebagai wilayahnya—bisa dianggap sebagai situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang. China menilai pernyataan itu sebagai isyarat bahwa Jepang mungkin akan mengizinkan Pasukan Bela Diri untuk bertindak mendukung Amerika Serikat berdasarkan hak pertahanan kolektif.
Sc : JT







