Korea Utara pada Selasa meluncurkan dua rudal balistik ke arah Laut Jepang. Pemerintah Jepang menyatakan bahwa proyektil tersebut diperkirakan jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang, seraya menambahkan bahwa Tokyo telah menyampaikan protes keras atas tindakan tersebut.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, salah satu rudal diluncurkan dari wilayah dekat pantai barat Korea Utara sekitar pukul 15.54 waktu setempat. Rudal itu mencapai ketinggian maksimum sekitar 80 kilometer dan terbang sejauh kurang lebih 350 kilometer. Beberapa menit kemudian, rudal kedua diluncurkan dan menempuh jarak yang hampir sama.
Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyatakan bahwa rudal-rudal tersebut diluncurkan dari area Pyongyang bagian utara dan diklasifikasikan sebagai rudal balistik jarak pendek.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menulis di platform X bahwa peluncuran tersebut tidak berdampak pada Jepang, karena rudal jatuh di lepas pantai timur Korea Utara. Sebelumnya, ia telah menginstruksikan instansi pemerintah terkait untuk mengumpulkan informasi dan memastikan keselamatan kapal serta pesawat.
Pemerintah Jepang mengecam keras peluncuran rudal balistik oleh Pyongyang, menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB serta ancaman bagi perdamaian dan keamanan kawasan, termasuk Jepang.
Pasukan Amerika Serikat di Korea (U.S. Forces Korea) menyatakan, “Kami mengetahui peluncuran rudal tersebut dan tengah berkonsultasi secara erat dengan sekutu dan mitra kami.” Mereka menambahkan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen pada pertahanan wilayah AS serta sekutu-sekutunya di kawasan.
Masih pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan mitranya dari Amerika Serikat dan Korea Selatan terkait peluncuran rudal balistik Korea Utara, serta menegaskan koordinasi erat di antara ketiga negara tersebut.
Para pejabat ketiga negara “menyerukan kepada Korea Utara untuk menghentikan provokasi semacam ini yang mengancam perdamaian dan keamanan kawasan maupun komunitas internasional,” kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Sebelumnya, pada 4 Januari, Korea Utara juga meluncurkan setidaknya dua rudal balistik dari dekat ibu kota Pyongyang ke arah Laut Jepang. Kantor berita resmi Korea Utara, Korean Central News Agency, melaporkan keesokan harinya bahwa sejumlah rudal hipersonik telah berhasil diuji coba.







