Menyusul langkah Pemerintah Metropolitan Tokyo, Kota Urayasu di Prefektur Chiba, Jepang timur, berencana menggratiskan biaya penitipan anak (day care) bagi anak usia 2 tahun ke bawah guna meringankan beban finansial keluarga yang membesarkan anak.
Kebijakan ini ditargetkan mulai berlaku pada April mendatang dan akan menjadi yang pertama dari jenisnya di antara pemerintah daerah di Prefektur Chiba. Pemerintah Kota Urayasu menyatakan program ini akan mencakup anak-anak usia 0 hingga 2 tahun yang terdaftar di 55 fasilitas penitipan anak di dalam kota, termasuk day care berlisensi, tanpa memandang tingkat pendapatan orang tua maupun jumlah anak dalam keluarga.
Namun, pembebasan biaya ini tidak mencakup layanan penitipan tambahan di luar jam reguler serta biaya aktual untuk makanan ringan. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah kota mengalokasikan anggaran sekitar 580 juta yen dalam rancangan anggaran tahun fiskal 2026, yang diperkirakan akan mencakup sekitar 1.900 anak.
Pemerintah nasional Jepang sebelumnya telah menggratiskan biaya day care untuk anak usia 3 hingga 5 tahun sejak 2019. Sementara itu, Pemerintah Metropolitan Tokyo mulai menerapkan program gratis untuk anak usia 0 hingga 2 tahun pada tahun fiskal 2025.
Urayasu kerap dibandingkan dengan Tokyo yang bertetangga langsung dan memiliki pendapatan pajak jauh lebih besar, terutama dalam hal layanan administratif dan kesejahteraan. Selama ini, warga Urayasu telah meminta pemerintah kota untuk menerapkan kebijakan penitipan anak gratis yang setara dengan Tokyo.
Wali Kota Urayasu, Etsushi Uchida, dalam konferensi pers pada 4 Februari mengatakan bahwa pemerintah kota tidak bisa mengabaikan kesenjangan dengan Tokyo. Ia menegaskan bahwa pada dasarnya pemerintah nasional seharusnya mengambil tanggung jawab utama dalam menjamin standar hidup minimum yang setara bagi seluruh warga di Jepang.
Sc : mainichi








